Berita

Anggota Komisi II DPR RI, Mardan Ali Sera. (Foto: istimewa)

Politik

Biaya Politik Tinggi dan Integritas Lemah Jadi Akar Maraknya OTT

RABU, 22 JULI 2026 | 12:06 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Operasi tangkap tangan (OTT) yang menjerat Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini kembali menjadi sorotan. Dengan kasus tersebut, Lalu Ahmad Zaini tercatat sebagai kepala daerah ke-11 yang terjaring OTT oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sepanjang tahun ini.

Menanggapi hal itu, Anggota Komisi II DPR RI, Mardan Ali Sera menilai maraknya kepala daerah yang tersangkut kasus korupsi menunjukkan masih besarnya persoalan tata kelola pemerintahan daerah, terutama tingginya biaya politik serta faktor integritas pribadi pejabat yang terpilih.

Menurut pandangan tersebut, tingginya biaya yang harus dikeluarkan dalam kontestasi politik kerap menjadi salah satu akar persoalan yang mendorong praktik korupsi setelah menjabat. Namun demikian, faktor karakter dan integritas kepala daerah juga dinilai memegang peranan penting dalam menentukan sikap saat menghadapi berbagai bentuk godaan.


"Akar persoalan kepala daerah marak kena OTT KPK adalah terbebani biaya tinggi dan karakter personal. Kepala daerah harus orang kuat yang berani membela rakyat, bukan takluk pada oligarki," katanya lewat akun X, Rabu, 22 Juli 2026.

Kepala daerah, dinilai harus memiliki keberanian untuk berpihak kepada kepentingan rakyat dan tidak tunduk pada kepentingan kelompok tertentu atau oligarki. Karakter yang kuat dan berintegritas diyakini menjadi modal utama agar seorang pemimpin mampu menolak praktik suap maupun penyalahgunaan wewenang.

"Karakter kuat dan pemberani bisa membuat kepala daerah berani mengatakan tidak pada suap dan godaan," sambungnya. 

Peristiwa OTT yang kembali menimpa kepala daerah juga dinilai menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih cermat dalam menentukan pilihan pada setiap pemilihan kepala daerah. Rekam jejak, integritas, dan keberanian calon pemimpin dalam menolak praktik korupsi dinilai harus menjadi pertimbangan utama, selain kemampuan menjalankan pemerintahan.

"Sekaligus ini jadi pelajaran juga untuk pemilih. Jangan pilih yang track record-nya calon yang tidak berani berkata dan tegas menolak suap," pungkasnya.

Karena itu, pemilih diharapkan tidak hanya mempertimbangkan popularitas calon, tetapi juga memilih figur yang memiliki rekam jejak bersih, berani berkata tidak terhadap suap, serta tegas menjaga integritas saat menjalankan amanah sebagai kepala daerah.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya