Berita

Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama pelaku koperasi lintas sektor di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur. (Foto: Kemenkop)

Bisnis

Menkop Ajak UMKM Masuk Koperasi, LPDB Siap Beri Pembiayaan

RABU, 22 JULI 2026 | 10:36 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berbagai tantangan dan peluang pengembangan koperasi mengemuka dalam dialog Menteri Koperasi Ferry Juliantono bersama pelaku koperasi lintas sektor di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, Selasa, 21 Juli 2026.

Sejumlah pelaku koperasi mempertanyakan berbagai hal terkait kebijakan pemerintah terhadap koperasi, kendala produksi, kesejahteraan petani tembakau dan garam, termasuk kemudahan pembiayaan.

Salah satu perwakilan Kopontren memaparkan keberhasilan unit usaha sandal jepit batik yang diminati pasar, namun terkendala pengelolaan akibat siklus kelulusan santri. Selain itu, unit usaha konveksi seragam yang melayani 1.000 siswa per tahun juga membutuhkan kepastian dukungan permodalan.


Dalam sesi dialog, Ferry merespon hal tersebut. Dia menegaskan Kementerian Koperasi melalui LPDB Koperasi siap memberikan pendampingan dan skema pembiayaan bagi koperasi. Bahkan, terbuka ruang kemitraan dengan pihak ketiga agar unit bisnis berbasis pesantren dapat terus berkembang secara profesional.

Secara khusus, Menkop juga mendorong para pelaku UMKM untuk bergabung dan diorganisasi dalam bentuk koperasi. Dengan terorganisasi dalam wadah koperasi, pelaku usaha dapat memperoleh pendampingan dan bantuan dari Kementerian Koperasi melalui LPDB.

“Dengan wadah koperasi, kegiatan usaha bisa lebih produktif dan menjadi alternatif bagi pengembangan kegiatan ekonomi di Pamekasan, bahkan di seluruh daerah di Indonesia," kata Ferry.

Dia juga menegaskan kebijakan pemerintah saat ini berfokus pada penguatan koperasi melalui langkah transformasi guna mengembalikan peran koperasi sebagai pilar ekonomi nasional yang sejajar dengan BUMN dan swasta. Transformasi tersebut mencakup rebranding koperasi, tata kelola koperasi, dan digitalisasi. Kementerian Koperasi pun terus mendorong pengembangan koperasi di sektor produksi.

"Sekarang kita dorong lagi koperasi masuk ke sektor produksi, sektor distribusi, bahkan sektor industri," kata Menkop.

Sebagai langkah penguatan koperasi, pemerintah mengeluarkan berbagai regulasi dan kebijakan baru yang memberikan ruang gerak jauh lebih luas bagi koperasi. 
Ruang gerak tersebut meliputi Izin Usaha Pertambangan (IUP), sumur minyak rakyat (idle well), pengumpulan minyak jelantah dan biomassa untuk energi, pendirian pabrik CPO beserta produk turunannya (minyak goreng), pendirian SPBU solar untuk nelayan, cold storage, hingga pabrik es batu. 
Di bidang lingkungan, koperasi juga didorong terlibat dalam pengelolaan sampah berkelanjutan hingga ekonomi kreatif, seperti pembuatan konten kreatif dan animasi, serta pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Sebagai pilar pembangunan ekonomi berbasis desa, Menkop menyampaikan Presiden Prabowo Subianto meluncurkan program prioritas nasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

"Koperasi ini dirancang bukan sebagai lembaga sosial semata, melainkan sebagai badan usaha profit yang memberi manfaat langsung bagi masyarakat," kata Menkop.

Tidak hanya mendirikan koperasi, Presiden Prabowo Subianto juga memerintahkan agar seluruh barang subsidi disalurkan langsung melalui KDKMP, termasuk program BLT, bansos, bantuan pangan non-tunai, dan pembiayaan KUR dengan skema channeling.

Salah satu tokoh pengusaha Pamekasan, mengatakan menekankan pentingnya menjaga tren pertumbuhan ekonomi daerah Pamekasan yang mencapai 7,5%. Ia mengusulkan agar Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih turut mengambil peran dalam menyerap hasil panen tembakau dan garam milik petani lokal saat musim panen tiba.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya