Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Ancaman Houthi Guncang Pasar, Harga Minyak Sentuh Level Tertinggi

RABU, 22 JULI 2026 | 09:24 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga minyak dunia melonjak sekitar 2 persen dan mencapai level tertinggi dalam lima pekan pada perdagangan Selasa, 21 Juli 2026, waktu Amerika Serikat (AS). Penguatan dipicu meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap gangguan pasokan energi akibat memanasnya konflik di Timur Tengah.

Pada penutupan perdagangan, minyak mentah Brent naik 1,79 Dolar AS atau 2 persen menjadi 91,01 Dolar AS per barel, level penutupan tertinggi sejak 10 Juni. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) menguat 1,68 Dolar AS atau 2 persen menjadi 84,91 Dolar AS per barel, tertinggi sejak 11 Juni.

Sentimen utama datang dari meningkatnya ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran. Pasukan AS kembali menyerang sejumlah target di Iran, yang kemudian dibalas Teheran dengan serangan terhadap fasilitas militer AS di Bahrain, Kuwait, dan Yordania. Di saat yang sama, sedikitnya satu kapal tanker dilaporkan menjadi sasaran serangan di Selat Hormuz.


Kekhawatiran pasar semakin meningkat setelah kelompok Houthi yang didukung Iran mengumumkan blokade angkatan laut terhadap Arab Saudi. Ancaman tersebut memengaruhi jalur distribusi minyak, setelah dua kapal tanker yang mengangkut minyak mentah Arab Saudi menuju China dan India dilaporkan berbalik arah dari Laut Merah menuju Terusan Suez. Meski demikian, pelabuhan ekspor Yanbu di Laut Merah dilaporkan masih beroperasi normal.

Dari sisi fundamental, data Joint Organizations Data Initiative (JODI) menunjukkan ekspor minyak mentah Arab Saudi pada Mei turun untuk bulan ketiga berturut-turut dan menyentuh level terendah sepanjang sejarah. Sementara itu, ekspor minyak Kazakhstan melalui Caspian Pipeline Consortium (CPC) juga terhenti setelah terminal di Laut Hitam menghentikan aktivitas pemuatan akibat serangan terhadap kapal tanker.

Pelaku pasar kini menantikan laporan persediaan minyak mingguan dari American Petroleum Institute (API) dan Energy Information Administration (EIA) AS. Analis memperkirakan stok minyak mentah AS berkurang sekitar 500 ribu barel pada pekan lalu. Jika terealisasi, penurunan tersebut akan menjadi yang kedua secara berturut-turut dan berpotensi memberikan tambahan dukungan bagi harga minyak.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

Pergantian Panglima TNI, Kapolri, dan Jaksa Agung Jadi Ujian Kekuatan Prabowo

Senin, 03 Agustus 2026 | 18:10

UPDATE

Usulan PPPK Jadi ASN Pusat Sejalan dengan Komitmen Prabowo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:24

Emas Antam Terbang Rp20.000, Tembus Rp2,71 Juta per Gram Pagi Ini

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:23

Komisi III DPR Minta Penyebar Hoaks Kerusuhan Berbayar Diberantas

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:13

Bukan Cuma Hapus Konten, Penyebar Hoax Harus Diproses Hukum

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:07

Produk Newport Panen Kecaman, Promosi Tukar Hafal Ayat Suci dengan Miras

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:06

Puluhan Ribu Warga Padati Tunas Bumi Fest 2026 di Wonosobo

Selasa, 11 Agustus 2026 | 10:05

Disambut Sholawat, Gus Yaqut Siap Hadapi Sidang Dakwaan Korupsi Kuota Haji

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:56

Pemulihan Ekosistem Harus Dilakukan Secara Serentak

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:54

Trump Media Tekor 238 Juta Dolar AS, Saham Ambruk 8 Persen

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:53

Ruang Amal Indonesia Siapkan 50 Warga Kurang Mampu Tembus Industri Tekstil

Selasa, 11 Agustus 2026 | 09:49

Selengkapnya