Berita

Ilustrasi (Artificial Intelligence)

Bisnis

Pasar Logam Mulia Meroket Dipicu Sinyal Meredanya Tensi Geopolitik

RABU, 22 JULI 2026 | 07:49 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar logam mulia dunia mencatatkan lonjakan harga secara luas pada perdagangan kemarin, Selasa 21 Juli 2026, setelah didorong oleh angin segar harapan diplomasi Amerika Serikat dan Iran. 

Potensi peredaan konflik di kawasan Teluk ini dinilai mampu menekan gejolak pasar energi sekaligus melonggarkan ekspektasi pengetatan kebijakan moneter oleh Federal Reserve.

Memimpin penguatan di sektor logam, emas spot melonjak 1,6 persen hingga menyentuh level 4.068,29 Dolar AS per ons. Mengikuti jejak yang sama, kontrak emas berjangka AS untuk pengiriman Agustus mengunci posisi penutupan di 4.076,40 per ons setelah melompat 1,5 persen.


Langkah penguatan emas juga diikuti oleh reli tajam pada komoditas logam mulia lainnya. Perak spot mencatatkan lonjakan paling ekstrem dengan melesat 4,1 persen ke posisi 58,72 Dolar AS per ons. Sementara itu, platinum terangkat 1,9 persen menjadi 1.623,63 Dolar AS per ons, dan paladium melonjak 2,4 persen hingga bertengger di level 1.282,25 Dolar AS per ons.

Sentimen positif pasar meroket setelah pejabat teras Iran mengonfirmasi telah menerima draf proposal dari pihak mediator terkait gencatan senjata selama 10 hari guna menyelamatkan kesepakatan sementara yang sempat tertunda. Kondisi ini meredakan kekhawatiran atas lonjakan harga minyak Teluk yang sebelumnya memicu spekulasi inflasi tinggi serta ancaman suku bunga acuan AS bertahan tinggi lebih lama.

Kendati status emas sebagai aset lindung nilai inflasi cukup tangguh, tingginya biaya peluang memegang logam mulia tanpa imbal hasil saat suku bunga naik tetap menjadi batu ganjalan. 

Investor global saat ini memilih bersikap cermat menanti arah kebijakan moneter dalam rapat dua hari The Fed pekan depan, terutama menyimak pandangan Chairman Kevin Warsh. Mengutip CME FedWatch Tool, probabilitas kenaikan suku bunga The Fed pada September kini berada di kisaran 68 persen.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

Perempuan Tani HKTI Terapkan Teknologi IoT, Pangkas Penggunaan Pupuk hingga 50 Persen

Minggu, 01 November 2026 | 12:32

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

PTKIN Siapkan Langkah agar Inovasi Mahasiswa Tak Berhenti di Ajang Lomba

Minggu, 01 November 2026 | 11:56

Kloter Pertama Haji 2027 Terbang 11 April, Ini Jadwal Lengkapnya

Minggu, 01 November 2026 | 11:50

Imigrasi Sudah Cegah Ahmad Dedi ke Luar Negeri Atas Permintaan KPK

Minggu, 01 November 2026 | 11:36

Puluhan Orang Diamankan Polisi saat Gerebek Kampung Bahari

Minggu, 01 November 2026 | 11:30

Maroko Sambut Keputusan PBB Akhiri Misi MINURSO di Sahara Barat

Minggu, 01 November 2026 | 11:17

Citra Polri Bisa Rusak Akibat Dua Kejadian Ini

Minggu, 01 November 2026 | 11:05

Ombudsman Ingatkan Polri Jaga Etika dan Hormati HAM saat Penggeledahan

Minggu, 01 November 2026 | 10:48

PPK Ajak Masyarakat Berperan bersama Presiden Prabowo Wujudkan Kedaulatan

Minggu, 01 November 2026 | 10:42

Selengkapnya