Berita

Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri (tengah). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Megawati Ingatkan Netralitas Aparat Negara dalam Peringatan Kudatuli

RABU, 22 JULI 2026 | 02:26 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Presiden ke-5 RI yang juga Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri menyampaikan pidato refleksi saat membuka pameran sejarah dan arsip foto bertajuk ‘Meretas Jalan Demokrasi’ di Ruang Museum Koleksi, Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Juli 2026.

Pameran foto itu diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian refleksi memperingati 30 tahun peristiwa 27 Juli 1996 atau peristiwa Kudatuli.

Dalam pidatonya, Megawati menyebut bahwa Peristiwa Kudatuli bukan sekadar catatan sejarah masa lalu, melainkan sebuah simbol perjuangan melawan ketidakadilan yang harus terus diingat oleh generasi muda.


Megawati secara tegas menyebut bahwa esensi utama dari Peristiwa Kudatuli adalah manifestasi dari ketidakadilan struktural yang terjadi pada masa itu.

Ia mempertanyakan mengapa kantor partai yang sah dan diakui secara hukum justru diserang oleh kekuatan aparat keamanan pada masa Orde Baru.

"Kudatuli itu adalah simbol. Simbol dari apa? Ketidakadilan! Lah, tempatnya aja sah. Saya didukung juga sah. Tapi kenapa karena saya yang menang, lalu kok saya dibegitukan? Dan serangnya itu juga bukan dari luar (asing, red), dari aparat kita!" tegas Megawati.

Ia kemudian membagikan pengalaman pribadinya yang harus berhadapan dengan proses hukum yang menekan di era tersebut, di mana dirinya sempat dipanggil untuk menjalani pemeriksaan oleh Kepolisian sebanyak tiga kali dan oleh Kejaksaan sebanyak satu kali dari pagi hingga malam hari.

Terkait hal tersebut, Megawati mengingatkan jajaran kepolisian dan TNI di masa kini agar berkomitmen penuh menjaga netralitas dan profesionalisme mereka, serta tidak menyalahgunakan wewenang alat negara untuk kepentingan kekuasaan politik praktis.

"Apakah alat negara itu akan dijadikan terus-menerus seperti apa yang saya alami pada waktu itu, pada waktu Kudatuli?" tanya Megawati.

Selain menyoroti kinerja aparat, Megawati juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap maraknya fenomena buzzer di media sosial yang didominasi oleh anak muda.

Ia menyayangkan apabila potensi generasi muda justru digunakan untuk menjatuhkan atau menjelekkan karakter orang lain demi motif ekonomi semata.

Megawati pun memberikan tantangan terbuka kepada insan pers dan media massa nasional untuk berani menyuarakan kebenaran sejarah dan memberitakan pidatonya secara objektif, berimbang, dan utuh tanpa pemotongan konteks.

"Ayo, beranikah yang namanya media menyampaikan kata-kata saya ini secara terbuka?" ujarnya.

Putri Proklamator Bung Karno ini mengimbau generasi muda agar memiliki arah tujuan hidup yang jelas demi masa depan bangsa (tidak menjadi orang bambung) serta senantiasa memelihara harga diri sebagai bangsa Indonesia yang kaya akan tradisi budaya.

"Masukkan ke dalam hati sanubari bahwa saya adalah orang Indonesia dan saya punya harga diri untuk menjadi orang Indonesia!" pungkasnya.


Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya