Berita

Ruang Rapat Paripurna Gedung Nusantara II DPR RI, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

RUU PFII Disahkan Jadi UU Hari Ini, Atur Pembentukan Kawasan Keuangan Khusus

SELASA, 21 JULI 2026 | 09:53 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

DPR RI mengesahkan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) menjadi undang-undang dalam rapat paripurna hari ini, Selasa, 21 Juli 2026. 

Regulasi tersebut menjadi dasar pembentukan dan penyelenggaraan pusat finansial internasional dengan aturan khusus terkait kelembagaan, kegiatan usaha, hingga fasilitas pendukung.

Sebelumnya, Panitia Kerja (Panja) RUU PFII di Komisi XI DPR telah menyelesaikan pembahasan draf aturan bersama pemerintah. RUU tersebut disusun dalam 10 bab dan 73 pasal yang mengatur berbagai aspek penyelenggaraan PFII.


Ketua Panja RUU PFII yang juga Wakil Ketua Komisi XI DPR RI Mohamad Hekal mengatakan penyusunan aturan tersebut dilakukan secara sistematis untuk memberikan kepastian hukum dalam pengelolaan PFII.

"Telah tersusun draf RUU tentang PFII yang secara sistematis disusun dalam 10 bab dan 73 pasal," kata Hekal saat rapat kerja Komisi XI DPR di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. 

Dalam aturan tersebut, bab pertama mengatur ketentuan umum mengenai definisi dan asas penyelenggaraan PFII. Selanjutnya, bab kedua mengatur pembentukan, kedudukan, serta tujuan penyelenggaraan PFII.

RUU PFII juga mengatur kegiatan usaha yang dapat dilakukan, meliputi sektor keuangan, sektor penunjang keuangan, hingga kegiatan usaha sektor lainnya.

Pada aspek kelembagaan, regulasi ini mengatur struktur pengelola PFII, termasuk dewan PFII, lembaga pengelola PFII (LP PFII), lembaga penunjang kegiatan keuangan (LPJK PFII), mekanisme pengawasan, serta kewajiban pelaporan kepada pemerintah dan DPR.

Selain itu, RUU PFII memuat pengaturan mengenai lembaga arbitrase dan pengadilan PFII sebagai mekanisme penyelesaian sengketa. Pengadilan PFII akan berkedudukan sebagai pengadilan khusus yang memiliki kewenangan memeriksa, mengadili, dan memutus perkara terkait aktivitas di wilayah PFII.

"Pengaturan ini mencakup status dan kedudukan pengadilan PFII sebagai pengadilan khusus, kewenangan pengadilan, susunan pengadilan, hingga hukum acara yang berlaku," demikian rincian pembahasan RUU PFII.

Regulasi tersebut juga memberikan ruang bagi dukungan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terhadap penyelenggaraan PFII. Selain itu, terdapat pengaturan mengenai fasilitas perpajakan dan fasilitas khusus lainnya bagi pelaku usaha, tenaga ahli, serta pihak lain yang beraktivitas di PFII.

Fasilitas yang diatur mencakup pajak penghasilan, PPN dan/atau PPnBM, kepabeanan, hingga perlakuan perpajakan tertentu terkait warisan dan pendanaan modal awal PFII.

Pada bab kekhususan, RUU PFII mengatur sejumlah aspek khusus, seperti penggunaan bahasa hukum, perizinan, penggunaan valuta asing, serta transaksi keuangan di wilayah PFII.

Sementara itu, ketentuan penutup mengatur pengecualian pemberlakuan sejumlah peraturan perundang-undangan, pembentukan aturan pelaksana, hingga penempatan UU PFII dalam lembaran negara.

Pengesahan UU PFII menjadi salah satu agenda dalam Rapat Paripurna DPR RI yang juga membahas sejumlah agenda lain, termasuk pengesahan kerja sama pertahanan dengan Malaysia dan Turki serta laporan hasil uji kelayakan calon anggota Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat periode 2026-2029.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya