Berita

Ilustrasi (RMOL via Gemini AI)

Bisnis

CUAN Belum Berencana Lepas 19,7 Juta Saham Hasil Buyback

SELASA, 21 JULI 2026 | 08:34 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) masih menyimpan 19.700.600 lembar saham treasuri hasil pembelian kembali (buyback) hingga 30 Juni 2026.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 20 Juli 2026, perseroan mengungkapkan bahwa hingga saat ini belum menetapkan jadwal maupun mekanisme untuk mengalihkan kembali saham-saham treasuri tersebut. 

Dengan demikian, belum ada saham hasil buyback yang dilepas ke pasar sehingga perseroan -- yang bergerak di sektor energi dan pertambangan, terutama melalui bisnis batu bara, jasa pertambangan, serta investasi di bidang sumber daya alam --   juga belum membukukan keuntungan maupun kerugian dari pengalihan saham treasuri.


Total 19,7 juta saham treasuri tersebut berasal dari dua program buyback. Program pertama diselesaikan pada 24 Juni 2025 dengan harga rata-rata Rp4.780,29 per saham. Setelah pelaksanaan stock split pada 11 Juli 2025, jumlah saham hasil buyback tersebut menjadi setara dengan 4.184.000 lembar saham.

Selanjutnya, CUAN kembali melakukan buyback yang rampung pada 3 Mei 2026 dengan harga rata-rata Rp1.553,83 per saham. Program kedua ini menambah kepemilikan saham treasuri sebanyak 15.516.600 lembar, sehingga total saham treasuri yang dimiliki perseroan mencapai 19.700.600 lembar.

Selama saham-saham tersebut masih berstatus treasuri, jumlahnya tidak dihitung sebagai saham yang beredar di pasar. Kondisi ini membuat jumlah saham beredar tetap lebih sedikit dibandingkan sebelum buyback, sehingga dapat memengaruhi perhitungan laba per saham (earnings per share/EPS).

Di sisi lain, saham treasuri memberikan fleksibilitas bagi perusahaan untuk dimanfaatkan pada masa mendatang, baik untuk aksi korporasi, program insentif karyawan, maupun kebutuhan strategis lainnya. Namun, karena hingga kini CUAN belum mengumumkan rencana pengalihan kembali saham tersebut, investor masih perlu menunggu kejelasan mengenai langkah perseroan berikutnya dan potensi dampaknya terhadap struktur permodalan di masa depan.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

AMMN Cetak Laba Bersih Rp15,9 Triliun hingga September 2026

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:24

Hasto Ingatkan Kader PDIP Tak Boleh Takut Bela Rakyat

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 06:01

Kapolres Jakbar Obrak-abrik Kampung Boncos, Tiga Orang Dicokok

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:16

Respons Ijazah Gibran, PDIP: Tidak Ada Kebohongan yang Abadi

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 05:01

Fahira Idris Apresiasi Kepastian Ujian Ulang Siswa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:36

Prajurit Marinir Perbaiki Jembatan di Distrik Aradide

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:11

Diduga Terjerat Kasus Korupsi, AKBP Edy Songkel Dicopot

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 04:00

Prabowo Didorong Percepat Reformasi Energi Nasional

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:31

Komunitas Pengawas WNA Desak Dirjen Pajak Telaah Dumas PT BCI

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:14

Jogja Cultural Wellness Festival 2026 Usung Wisata Kebugaran

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 03:00

Selengkapnya