Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Krisis Energi dan Geopolitik Tahan Pergerakan Bursa Eropa

SELASA, 21 JULI 2026 | 07:06 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa ditutup cenderung mendatar pada awal pekan ini. Indeks Euro STOXX 50 bertahan di level 6.228 dan STOXX Eropa 600 turun tipis 0,3 persen ke 639,9 pada penutupan perdagangan Senin 20 Juli 2026 waktu setempat. 

Eskalasi konflik AS-Iran di Selat Hormuz mengganggu arus tanker LNG dan memicu lonjakan harga gas alam Eropa, yang kembali meningkatkan risiko inflasi. 

Meski harga minyak mentah Brent sempat melandai ke bawah 88 Dolar AS per barel seiring munculnya kabar usulan jeda permusuhan, sikap hati-hati tetap mendominasi pasar. Investor kini mencermati keputusan Bank Sentral Eropa (ECB) yang diproyeksikan masih mempertahankan suku bunga acuan pekan ini.


Di tingkat regional, DAX 40 Jerman dan CAC 40 Prancis menguat sangat terbatas, FTSE MIB Italia stabil di 51.863, sementara FTSE 100 Inggris merosot lebih dari 0,5 persen tertekan sektor komoditas dan dinamika transisi kepemimpinan Perdana Menteri Andy Burnham.

Kinerja bursa ditopang oleh penguatan sektor perbankan seperti BNP Paribas dan UniCredit, serta lonjakan saham energi dan teknologi, 

Saham Siemens Energy, naik 3,3 persen. Namun, saham Shell turun 0,8 persen, HSBC kehilangan 0,9 persen, AstraZeneca turun 1,5 persen, Rolls-Royce merosot 0,4 persen. 

Sebaliknya, tekanan melanda sektor barang mewah akibat tingginya imbal hasil obligasi global, maskapai penerbangan seperti Ryanair akibat melambungnya biaya bahan bakar, serta saham utilitas yang terbeban kenaikan harga gas.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya