Berita

Ilustrasi. (Foto: ANTARA)

Politik

DPR Apresiasi Polisi Tembak Pelaku Curanmor yang Melawan: Sudah Tepat!

SELASA, 21 JULI 2026 | 01:42 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Polisi menangkap dua residivis spesialis pencurian kendaraan bermotor yang kerap beraksi dengan senjata api di wilayah hukum Polres Metro Jakarta Selatan. Keduanya tertangkap di rumahnya, wilayah Kabupaten Lampung Timur, Provinsi Lampung. 

Polisi memberikan tindakan tegas karena melawan petugas saat penangkapan. Selain menangkap kedua pelaku, polisi juga menyita barang bukti sebuah senjata api (senpi) yang berisi 5 butir peluru kaliber 9 mm.

Mendengar hal tersebut, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni pun menyebut tindakan aparat kepolisian sudah terukur. Mengingat, pelaku kejahatan mencoba melawan petugas dan diduga memiliki senpi.


“Saya melihat tindakan polisi sudah tepat dan terukur, karena dilakukan terhadap residivis yang melawan petugas saat ditangkap. Dalam situasi seperti ini, keselamatan anggota di lapangan harus menjadi prioritas. Apalagi pelaku diduga memiliki senjata api, sehingga ancamannya nyata, baik bagi petugas maupun masyarakat di sekitar lokasi. Selama dilakukan sesuai SOP, tindakan tegas seperti ini memang diperlukan,” ujar Sahroni dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Senin, 20 Juli 2026. 

Lebih lanjut, ia berharap aparat kepolisian untuk tidak pernah ragu mengambil langkah-langkah antisipatif dalam meringkus pelaku kriminal berbahaya.

“Pokoknya ke depan, polisi jangan ragu mengambil tindakan tegas dan terukur terhadap pelaku kejahatan yang melawan petugas, baik pelaku curanmor, begal, bandar narkoba, geng motor, maupun pelaku kriminal lainnya. Yang terpenting, seluruh tindakan dilakukan secara profesional, proporsional, dan sesuai prosedur. Negara tidak boleh kalah oleh pelaku kejahatan yang menggunakan kekerasan atau senjata untuk melawan aparat,” tutup Sahroni.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya