Berita

Synergy Roadshow 2026. (Foto: Humas BPKH)

Bisnis

BPKH Gandeng Bank Muamalat Gelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung

SENIN, 20 JULI 2026 | 04:27 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) menggelar Synergy Roadshow 2026 di Bandung, Jawa Barat, Jumat, 17 Juli 2026

Synergy Roadshow 2026 merupakan kegiatan bersama antara BPKH dan Bank Muamalat untuk membangun kolaborasi serta melakukan evaluasi kinerja bisnis seluruh region Bank Muamalat di enam kota besar.
 
“Bandung merupakan lokasi ketiga penyelenggaraan Synergy Roadshow 2026 setelah Jakarta dan Surabaya. Selanjutnya kegiatan serupa akan dilaksanakan di Yogyakarta, Makassar, dan Medan,” kata Direktur Utama Bank Muamalat Imam Teguh Saptono dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Minggu, 19 Juli 2026.
 

 
Imam menambahkan, forum bersama para pimpinan dan tim penjualan di kantor wilayah dan cabang ini bertujuan untuk menyampaikan strategi, prioritas bisnis dan arahan manajemen kepada seluruh insan Muamalat dalam rangka peningkatan kemampuan tim.

“Kami juga mengidentifikasi peluang pertumbuhan di masing-masing daerah. Sasarannya jelas, kami ingin membangun semangat dan optimisme menghadapi semester kedua tahun ini, di tengah kondisi perekonomian nasional yang menantang dan kondisi global yang masih bergejolak,” ujarnya.  

Bank Muamalat menekankan pentingnya pertumbuhan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, bank pertama murni syariah di Indonesia ini menjalankan strategi bisnis yang berfokus pada segmen ritel, baik consumer maupun small medium enterprise (SME), yang terbukti lebih resilien, tanpa mengabaikan pengembangan segmen korporasi yang sehat.

Produk unggulan consumer seperti pembiayaan Solusi Emas Hijrah dan SME mencatat kenaikan yang solid. Pembiayaan Solusi Emas Hijrah melonjak lebih dari 11 kali lipat secara tahunan (year on year/yoy) mencapai Rp1,7 triliun pada akhir Maret 2026. Jumlah rekening nasabah pun meningkat tajam 274 persen yoy.

Pionir bank syariah di Tanah Air ini juga terus memacu pertumbuhan pembiayaan ke sektor SME. Hingga Maret 2026, outstanding pembiayaan SME nilainya mencapai Rp3,1 triliun, tumbuh 33% dibandingkan tahun sebelumnya.

“SME merupakan sektor yang sangat prospektif untuk dikembangkan karena memiliki peran krusial sebagai penopang stabilitas ekonomi nasional. Sektor ini juga mempunyai manajemen atau penyebaran risiko yang baik,” jelas Imam.

BPKH dan Bank Muamalat terus memperkuat sinergi bisnis melalui sejumlah kerja sama strategis. Menurut Imam, sinergi ini menjadi upaya bersama saling mendukung. Apalagi, haji dan umrah merupakan ekosistem besar yang dapat memberikan efek berganda ke berbagai sektor ekonomi dan sosial di Tanah Air.

“Kami ingin setiap layanan, produk, dan nilai tambah yang dapat kami berikan menjadi jalan hijrah bagi stakeholders menuju berkah. Di mana kebermanfaatannya bisa berkelanjutan dan dirasakan semua elemen di mana pun," beber Imam.

Salah satu kolaborasi yang dilakukan adalah meluncurkan Kartu Haji Indonesia untuk menggantikan penggunaan cash. Selain untuk kemudahan dan kenyamanan jemaah, inisiatif ini sekaligus mendukung digitalisasi pelaksanaan ibadah haji dan umrah di Tanah Suci.

Akses pendaftaran haji kini semakin mudah dan beragam melalui mobile banking Muamalat DIN, seluruh kantor cabang Bank Muamalat, serta jaringan PT Pos Indonesia di seluruh Tanah Air. Tak hanya itu, Muamalat DIN turut menghadirkan fitur Bank Haji untuk pendaftaran dan pelunasan biaya haji serta pengecekan Riwayat Pendaftaran dan Nilai Manfaat Haji.

Kedua belah pihak telah sepakat untuk terus melanjutkan pelaksanaan joint event meliputi program nasional dan internasional terkait sosialisasi, diseminasi, maupun program penghimpunan dan kemaslahatan. BPKH juga telah menunjuk Bank Muamalat sebagai salah satu bank syariah penyedia jasa layanan kustodiannya.

“Dengan memanfaatkan kapabilitas digital dan jejaring yang dimiliki, sinergi ini diharapkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan bagi calon jemaah haji dan umrah, tetapi juga memperkuat peran ekonomi syariah dalam mendukung kemaslahatan umat secara lebih luas,” pungkas Imam.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Memutus Urat Nadi Korupsi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:54

Festival Layanan AHU Berdampak 2026 Hadirkan Edukasi ke Masyarakat, Ini Lengkapnya

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:24

Gus Yusuf Legawa Sikapi Dinamika Muktamar ke-35 NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:49

Mendesak Para Kiai Sepuh Turun Tangan Meredam Suhu Panas Muktamar NU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:33

Jalan Sehat jadi Cara Hanura Kalsel Konsolidasikan Pemilu 2029

Minggu, 30 Agustus 2026 | 22:15

Profil 9 Ulama AHWA Muktamar NU: Sosok Kharismatik Penentu Rais Aam PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:45

TikTok dan Tokped Digugat Class Action Rp1,2 Triliun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 21:11

Ini 9 Ulama AHWA Terpilih Muktamar ke-35 NU, Suara Mbah Yai Da Paling Tinggi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:46

Dikawal DPR, Tagihan Rp158 Miliar PT Pos Akhirnya Dibayar Kemensos

Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:04

Kiai Rembang Cium 'Hidden Agenda' Penjegalan Caketum PBNU

Minggu, 30 Agustus 2026 | 19:56

Selengkapnya