Berita

Prancis vs Inggris memperebutkan peringkat ketiga di Hard Rock Stadium, Miami, Florida, Amerika Serikat, pada Minggu 19 Juli 2026. (FotoL Istimewa)

Publika

Prancis vs Inggris: Rivalitas Tak Pernah Benar-Benar Usai

SABTU, 18 JULI 2026 | 23:00 WIB | OLEH: AGUNG NUGROHO*

SEBELUM peluit pertama dibunyikan, Prancis dan Inggris sejatinya sudah "bertanding" selama hampir 1.000 tahun. Mulai dari Penaklukan Norman pada 1066, Perang Seratus Tahun (1337-1453), hingga saling berebut pengaruh di berbagai belahan dunia pada era kolonial. 

Dari Joan of Arc hingga Napoleon Bonaparte, dari Agincourt hingga Waterloo, sejarah kedua bangsa ini dipenuhi rivalitas yang tak pernah benar-benar padam. Untungnya, pada 2026 mereka memilih menyelesaikannya lewat sepak bola, bukan lagi lewat meriam dan kapal perang.

Kini, rivalitas itu kembali hadir di panggung Piala Dunia 2026. Memang bukan final yang mereka dambakan, tetapi jangan salah, perebutan tempat ketiga tetap soal gengsi. Toh, pulang membawa medali perunggu tentu jauh lebih enak daripada pulang sambil terus memutar ulang rekaman semifinal.


Prancis datang ke laga ini setelah dihentikan Spanyol, sementara Inggris kembali dibuat patah hati oleh Argentina. 

Rasanya, kalau FIFA memberikan penghargaan untuk tim yang paling akrab dengan kalimat "maybe next time", Inggris barangkali sudah menjadi langganan nominasi. 

Namun justru di sinilah karakter sebuah tim besar diuji: mampu bangkit setelah kegagalan dan menutup turnamen dengan kepala tegak.

Jika melihat perjalanan sepanjang turnamen, kedua tim sama-sama tampil impresif. Prancis dan Inggris sama-sama membukukan lima kemenangan dari enam pertandingan. 

Namun, Les Bleus tampil lebih efisien. Sepanjang turnamen, Perancis menunjukkan keseimbangan yang sangat baik antara lini depan dan lini belakang. 

Mereka menjadi salah satu tim dengan produktivitas gol tertinggi sekaligus memiliki pertahanan yang sulit ditembus. Inggris juga tampil tajam, tetapi beberapa kali terlihat lebih mudah kehilangan konsentrasi di lini belakang, terutama pada momen-momen krusial.

Perjalanan Prancis menuju empat besar juga cukup meyakinkan. Mereka keluar sebagai juara Grup I sebelum menumbangkan Swedia (3-0) di babak 32 besar, Paraguay (1-0) di babak 16 besar, dan Maroko (2-0) di perempat final. Langkah mereka baru terhenti setelah takluk 0-2 dari Spanyol di semifinal.

Inggris pun tidak kalah impresif. Sebagai juara Grup L, The Three Lions menyingkirkan DR Kongo (2-1), kemudian mengalahkan Meksiko (3-2) dan Norwegia (2-1) untuk melangkah ke semifinal. 

Sayangnya, seperti film horor yang sudah sering diputar, petaka datang lagi di penghujung pertandingan ketika Argentina memastikan kemenangan 2-1. Bagi pendukung Inggris, menit-menit akhir tampaknya masih menjadi genre yang paling menegangkan.

Laga perebutan tempat ketiga memang sering dianggap sebagai pertandingan yang "tidak diinginkan". Namun justru karena beban sudah berkurang, pertandingan seperti ini biasanya lebih terbuka. 

Para pemain cenderung bermain lepas, pelatih lebih berani mengambil risiko, dan penonton sering dihadiahi hujan gol. Singkatnya, pertandingan ini berpotensi lebih menghibur daripada beberapa laga final yang terlalu berhati-hati.

Sorotan tentu kembali mengarah kepada Kylian Mbappé. Penyerang Prancis itu masih memimpin daftar pencetak gol terbanyak Piala Dunia 2026 dengan 8 gol dan berpeluang besar mengamankan Sepatu Emas. 

Di kubu Inggris, Harry Kane tetap menjadi andalan di lini depan, sementara kreativitas Jude Bellingham akan menjadi salah satu senjata utama untuk membongkar pertahanan Perancis.

Jika melihat kualitas permainan sepanjang turnamen, Prancis memang sedikit lebih diunggulkan. Organisasi permainan mereka lebih rapi, pertahanannya lebih disiplin, dan serangan baliknya sangat mematikan. 

Namun Inggris memiliki mental bertarung yang tak bisa dipandang sebelah mata. Jika Kane, Bellingham, dan rekan-rekannya mampu memanfaatkan setiap peluang, pertandingan ini bisa berubah menjadi jual beli serangan yang membuat penonton lupa bahwa ini "hanya" perebutan tempat ketiga.

Prediksi saya, Perancis akan mengalahkan Inggris dengan skor 3-2 dalam pertandingan yang berlangsung sengit hingga peluit akhir. 

Saya memperkirakan Kylian Mbappé kembali menjadi pembeda lewat kontribusinya di lini serang Perancis, sementara Inggris akan memberikan perlawanan habis-habisan hingga menit terakhir. 

Meski demikian, solidnya permainan Les Bleus saya nilai cukup untuk mengamankan medali perunggu Piala Dunia 2026. 

Bagi Inggris, hasil tersebut akan kembali memperpanjang penantian untuk menutup Piala Dunia dengan senyum. 

Sementara Prancis setidaknya bisa pulang dengan medali di leher -- karena kalau belum bisa membawa pulang trofi, membawa pulang perunggu tetap lebih baik daripada membawa pulang penyesalan.

*Pemain bola kampung

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

Mapolda Metro Dijaga Ketat

Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04

Oknum Prajurit di Lokasi Penggeledahan di Luar Mandat TNI

Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

Sabtu, 11 Juli 2026 | 21:50

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Ketika Republik Menjadi Rimba

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:15

Penerapan Controlled Landfill di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Minggu, 19 Juli 2026 | 02:04

Spanduk dan Baliho PSI Lebih Banyak dari Jumlah Kadernya

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:39

Warga Pulau Panggang Kekurangan Pasokan BBM

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:17

MPLS Ramah Lebih Aman dan Memuliakan Siswa

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:06

Jalan Buntu Reformasi

Minggu, 19 Juli 2026 | 01:03

Homer Setelah Tiga Ribu Tahun

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:43

Ancaman PHK di Depan Mata, Segera Percepat Penempatan Pekerja Migran ke Luar Negeri

Minggu, 19 Juli 2026 | 00:12

Monumen Cinta Bernama Nurul Izzah

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:41

Pengusaha Didorong Berkontribusi Tingkatkan SDGs Kalbar

Sabtu, 18 Juli 2026 | 23:15

Selengkapnya