Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan Menteri Perdagangan China Wang Wentao. (Foto: Dok Kemenko Perekonomian)

Bisnis

China dan RI Perkuat Kerja Sama Ekonomi, Airlangga: KEK Batang Jadi Fokus Investasi

SABTU, 18 JULI 2026 | 14:30 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menggelar pertemuan bilateral dengan Menteri Perdagangan China Wang Wentao di Shanghai untuk membahas penguatan kerja sama ekonomi kedua negara.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia dan China sepakat memperkuat kemitraan di bidang industri, perdagangan, investasi, hingga ekonomi digital. 

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah evaluasi implementasi nota kesepahaman (MoU) antara Kementerian Perdagangan China (MOFCOM) dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, termasuk tindak lanjut rencana investasi senilai sekitar 2,5 miliar Dolar AS.


Airlangga menjelaskan, kedua negara juga membahas pengembangan konsep two countries twin park yang bertujuan meningkatkan konektivitas kawasan industri Indonesia dan China. 

Dalam skema tersebut, Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Batang diproyeksikan menjadi salah satu pusat pengembangan investasi dan industri asal China.

"Di mana perkembangan industri di KEK Batang diharapkan bisa terus ditingkatkan," ujar Airlangga dalam konferensi pers daring dari Shanghai, dikutip Sabtu, 18 Juli 2026.

Meski demikian, Airlangga mengakui masih terdapat sejumlah tantangan bagi investor China, terutama perusahaan yang beroperasi di luar kawasan ekonomi khusus. Menurutnya, para investor berharap memperoleh fasilitas yang setara dengan insentif yang diberikan kepada pelaku usaha di KEK.

"Memang ada beberapa tantangan terutama perusahaan-perusahaan China yang beroperasi di luar kawasan ekonomi khusus, itu juga ingin mendapatkan fasilitas yang minimal setara dengan yang diberikan di kawasan ekonomi khusus," katanya.

Selain pengembangan kawasan industri, kedua negara juga meninjau perkembangan realisasi investasi dari kerja sama yang telah disepakati sebelumnya. Kerja sama tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari industri, perdagangan, hingga ekonomi digital.

"Indonesia sendiri dengan China sudah menandatangani MoU dengan Menteri Perdagangan atau MOFCOM. Kami mengevaluasi kerja sama industri dan perdagangan, termasuk di dalamnya terkait dengan kerja sama di bidang digital," ujar Airlangga.

Ia mengungkapkan, nilai perdagangan Indonesia dan China pada tahun lalu mencapai sekitar 160 miliar Dolar AS, menjadikan Negeri Tirai Bambu sebagai mitra dagang terbesar Indonesia.

Sementara itu, realisasi penanaman modal langsung (FDI) dari China tercatat sekitar 7 miliar Dolar AS. Jika digabungkan dengan investasi yang masuk melalui Hong Kong sebesar sekitar 10 miliar Dolar AS, nilai investasi dari kedua wilayah tersebut mencapai sekitar 17 miliar Dolar AS.

"Ini adalah betul-betul negara strategis bagi Indonesia," tandas Airlangga.


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya