Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Pasar Ekuitas Eropa Anjlok Dipicu Aksi Jual Sektor AI dan Sentimen Geopolitik

SABTU, 18 JULI 2026 | 07:14 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Pasar saham Eropa ditutup turun tajam pada perdagangan Jumat 17 Juli 2026 waktu setempat seiring terjadinya aksi jual massal di sektor teknologi global dan meningkatnya ketegangan geopolitik. 

Koreksi ini ditandai dengan melemahnya indeks Euro STOXX 50 sebesar 1,1 persen ke level 6.229 dan STOXX Eropa 600 yang turun 0,4 persen ke posisi 641. 

Investor global dilaporkan mulai mengalihkan fokus dari perdagangan berbasis kecerdasan buatan (AI) akibat kekhawatiran atas tingginya belanja infrastruktur serta munculnya model LLM baru yang kuat dari perusahaan Tiongkok, Moonshot, yang mengancam dominasi teknologi Barat.


Pelemahan sektor semikonduktor dan A memukul sejumlah saham raksasa secara signifikan. Saham ASML merosot 3,9 persen dan Siemens turun 2,3 persen.

STMicroelectronics juga anjlok hingga 4 persen di bursa FTSE MIB dan 3,9 persen di CAC 40 Paris.

Di sisi lain, meningkatnya harga gas alam memicu risiko pro-inflasi yang menekan prospek kredit perbankan utama. Saham BBVA dan Deutsche Bank masing-masing melemah sekitar 2,5 persen. 

Sementara itu, UniCredit kehilangan 2,5 persen setelah pemerintah Jerman mulai melunak dan bersedia mendiskusikan syarat akuisisi saham Commerzbank, termasuk mempertahankan pencatatan saham terpisah dan melindungi sektor Mittelstand.

Indeks FTSE MIB (Milan) Ditutup melemah 1 persen ke level 51.882 akibat tekanan saham cip dan keuangan, dengan akumulasi penurunan mingguan mencapai 1,8 persen. Ketegangan geopolitik juga memperlebar spread BTP-Bund menjadi 83 bps.

Di Prancis, indeks CAC 40 turun 0,5 persen ke posisi 8.339 akibat sentimen konflik AS-Iran yang mengerek harga minyak serta memicu kekhawatiran inflasi baru. \

Pasar memproyeksikan ECB akan menahan suku bunga pekan depan sebelum membuka peluang pemangkasan pada September. Saham mewah seperti LVMH yang anjlok 1,6 persen dan Burberry yang turun 6,4 persen ikut tergerus oleh kekhawatiran melemahnya permintaan di Timur Tengah. 

Di Inggris, indeks FTSE 100 menjadi pengecualian dengan menguat tipis ke level 10.600, naik 1 persen dalam sepekan,  berkat minimnya paparan terhadap sektor teknologi. Penguatan ditopang oleh saham defensif seperti National Grid 3,3 persen, serta raksasa energi Shell yang naik 2 persen. 


Populer

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Usai DPR, Guru Besar IPB Desak BPK Evaluasi WTP Kemenhut

Rabu, 28 Oktober 2026 | 08:24

HLN ke-81: PLN Perkuat Listrik sebagai Penggerak Kehidupan dan Kemandirian Bangsa

Rabu, 28 Oktober 2026 | 07:47

IKA FH Undip Gelar Konsolidasi, Ini yang Dibahas

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:55

Tolak Usul Luhut, PKS Dukung Sikap Pemerintah Terkait Kerugian Negara

Rabu, 28 Oktober 2026 | 06:25

Telkom Perkuat Transparansi Ekosistem Pengadaan Digital Nasional Lewat SPSE V5

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:57

Konser Andrea Bocelli Turut Serukan Solidaritas Palestina Tuai Apresiasi

Rabu, 28 Oktober 2026 | 05:28

Menanti Negarawan di Tengah Oase Pragmatisme

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:55

InfraNexia Perkuat Kesiapan Infrastruktur Dukung Pertumbuhan

Rabu, 28 Oktober 2026 | 04:25

Revitalisasi Intisab Siapkan Kepemimpinan Menuju Jakarta Kota Global

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:59

Kemerdekaan yang Belum Selesai: Dari Cita-Cita 1945 ke Amarah Gen Z

Rabu, 28 Oktober 2026 | 03:30

Selengkapnya