Berita

Ilustrasi. (Foto: Dokumentasi RMOL/Istimewa)

Nusantara

Pemerintah Didorong Segera Bentuk Badan Rempah dan Herbal Nasional

SABTU, 18 JULI 2026 | 04:38 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pemerintah melalui Kementerian PPN/Bappenas telah meluncurkan Peta Hilirisasi Rempah 2025-2045 (Pala, Lada, Cengkeh, Kayu Manis, Vanili, dan Temulawak) sebagai penjabaran dari RPJMN 2025-2045 untuk meningkatkan nilai ekonomi sumber daya alam unggulan ini dalam rantai pasok global. 

Terkait itu, Direktur Eksekutif Laboratorium Politik Hukum (Labpolhum) MHZ Centre, Muhammad Haris Zulkarnain mendesak agar Presiden Prabowo Subianto segera membentuk badan rempah dan herbal untuk mengelola potensi komoditas asli Nusantara tersebut. 

“Rempah dan herbal bisa sebagai alternatif sumber pendapatan baru negara. Terkait konsep badan rempah dan herbal ini, dapat berbentuk Lembaga Pemerintah Non Kementerian (LPNK) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden,” kata Haris dalam keterangan yang diterima redaksi di Jakarta, Jumat malam, 17 Juli 2026.


Ia pun mencontohkan negara-negara yang telah memiliki badan rempah, di antaranya (1) India dengan Spices Board, (2) China dengan The Standardization Administration of China (SAC); (3) Sri Lanka dengan Sri Lanka Development Board (EDB) yang terlibat dalam promosi ekspor rempah-rempah; (4) Malaysia dengan Malaysian Spices Council; (5) Vietnam dengan Olam Spices Vegetable Ingredients (SVI) dan Masan Consumer yaitu 2 (dua) lembaga yang memproduksi rempah-rempah di Vietnam serta Vietnam Pepper Association yang fokus pada produksi dan ekspor lada; (6) Iran dengan Iran National Standards Organization (INSO); hingga (7) Nigeria dengan Institute of Public Analysts of Nigeria (IPAN), National Agency for Food and Drug Administration and Control (NAFDAC), Tiger Foods Ltd, Belphins Nig. Ltd. 

“Potensi dan pengelolaan rempah dan herbal perlu dikelola dengan serius, terpadu,  konsisten, berkelanjutan, keberadaan badan khusus rempah dan herbal ini ditujukan untuk mengontrol standar harga dan standar mutu untuk tingkat lokal, nasional, serta internasional,” imbuhnya.

Lanjut Haris, hal tersebut dapat menjadi sumber pendapatan baru lainnya selain pajak, sehingga negara dapat lebih berdaya dalam melaksanakan berbagai program pembangunan lainnya tanpa harus bertumpu total dengan pajak dari rakyat. 

“Indonesia ini negara super kaya, tidak banyak negara lain yang memiliki banyak potensi dan sumber daya alam seperti kita. Penjajah di masa lalu datang ke Nusantara karena rempah, sehingga semua yang tersedia saat ini perlu digali dan dikembangkan dengan riset. Tinggal bagaimana semuanya bisa dikelola sesuai dengan amanat konstitusi sehingga bisa mewujudkan keadilan sosial bagi semua,” pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya