Berita

Kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026. (Foto: Dok. KADIN Indonesia)

Bisnis

Piala Dunia 2026 Akselerasi Perputaran Ekonomi Nasional Lebih Rp 5 Triliun

KAMIS, 16 JULI 2026 | 16:29 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

Penyelenggaraan Piala Dunia FIFA 2026 telah memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi Indonesia. 

Berdasarkan kajian yang disusun Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, rangkaian kegiatan Piala Dunia 2026, baik melalui aktivitas siaran (on-air) maupun berbagai kegiatan masyarakat (off-air), diperkirakan menghasilkan perputaran ekonomi langsung dan tidak langsung lebih dari Rp5,03 triliun. 

Perhitungan tersebut mencakup berbagai aktivitas ekonomi yang berlangsung sejak masa persiapan hingga pelaksanaan turnamen, mulai dari aktivitas penyiaran dan belanja periklanan, sponsorship, promosi produk, peningkatan penjualan perangkat elektronik dan merchandise, transaksi sektor hotel, restoran, dan kafe (Horeka), kegiatan nonton bareng, hingga penjualan UMKM dalam beragam event termasuk Festival Rakyat 2026. 


Kajian ini menunjukkan bahwa manfaat ekonomi Piala Dunia tidak hanya terkonsentrasi pada penyelenggaraan pertandingan, tetapi juga menyebar ke berbagai sektor usaha dan aktivitas masyarakat di seluruh Indonesia. 

Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, mengatakan bahwa Piala Dunia 2026 menjadi contoh bagaimana sebuah ajang olahraga internasional mampu menggerakkan aktivitas ekonomi lintas sektor. 

"Piala Dunia 2026 tidak hanya memberikan manfaat bagi perusahaan besar dan pemilik merek nasional, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi bagi hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, hingga UMKM di berbagai daerah," ujar Kukrit dalam keterangan tertulis, Kamis 16 Juli 2026.

Menurut Kukrit, keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa sebuah ajang olahraga berskala global dapat menciptakan manfaat ekonomi yang luas ketika didukung oleh kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, lembaga penyiaran publik, pemerintah daerah, aparat keamanan, dan masyarakat.

Berdasarkan perhitungan KADIN Indonesia, nilai ekonomi tersebut berasal dari sekitar Rp1,76 triliun dari aktivitas promosi berbagai produk melalui iklan on-air, Rp850 miliar dari kegiatan komersial off-air, sekitar Rp2,4 triliun dari sektor Horeka, serta kontribusi ekonomi yang dihasilkan melalui beragam event termasuk Festival Rakyat 2026. 

KADIN Indonesia memperkirakan bahwa selain perputaran ekonomi langsung sebesar Rp5,03 triliun, kegiatan Piala Dunia 2026 juga memiliki potensi untuk menciptakan efek pengganda ekonomi lanjutan.

Sebab, disampaikan Kukrit, selain meningkatkan konsumsi, rangkaian Piala Dunia 2026 juga mendorong investasi pelaku usaha dalam perangkat televisi, proyektor, set-top box, sistem audio, kapasitas tempat duduk, serta fasilitas layanan makanan dan minuman. 

"Dampak tersebut sejalan dengan pertumbuhan sektor penyediaan akomodasi, makanan, dan minuman yang dalam laporan tercatat tumbuh 13,14 persen secara tahunan pada Triwulan I 2026, menjadi salah satu sektor dengan pertumbuhan tertinggi," terangnya.

Besarnya dampak ekonomi dari penyiaran Piala Dunia 2026 juga didukung oleh tingginya partisipasi masyarakat selama penyelenggaraan event empat tahunan tersebut. 

Hal ini diperkuat oleh survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah Indonesia pada 7-13 Juli 2026. Survei tersebut menunjukkan bahwa manfaat ekonomi Piala Dunia mengalir hingga ke tingkat komunitas. 

Chief Data Officer Lokadata, Suwandi Ahmad mengatakan, sebanyak 78,1 persen responden mengikuti kegiatan nonton bareng sedikitnya satu kali selama turnamen, dengan rata-rata pengeluaran sekitar Rp51 ribu setiap kegiatan atau sekitar Rp145 ribu per orang selama turnamen. 

Sebagian besar pengeluaran itu digunakan untuk membeli makanan dan minuman, paket data, serta berbagai kebutuhan pendukung lainnya, sehingga manfaat ekonominya banyak dirasakan oleh pelaku UMKM. 

Di sisi lain, 79,9 persen responden memberikan penilaian positif terhadap penyelenggaraan siaran TVRI dan 73 persen menyatakan bangga TVRI menjadi penyiar resmi Piala Dunia 2026. 

"Apresiasi terbesar diberikan pada akses siaran yang gratis, minim iklan, dan mudah dijangkau masyarakat," demikian Suwandi.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Mensos: Tiga Korban Penganiayaan di Sekolah Rakyat Jember Kembali Belajar

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:30

Agrinas Palma Bareng CPP Peringati Sumpah Pemuda Lewat Giat Sosial

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KNMP Disiapkan untuk Dongkrak Pendapatan Nelayan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:11

KoMPAS Minta Polri Bersihkan Oknum Bermasalah dari Jabatan Strategis

Jumat, 30 Oktober 2026 | 20:03

Kapolri Mutasi Lagi, Kapusdokkes dan Kapuskeu Diganti

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:55

Dugaan Pencemaran Nama Baik di Medsos, Wanita Asal Sumut Dipolisikan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:44

Investasi Era Prabowo Tembus Rp3.923 Triliun Serap 5,4 Juta Tenaga Kerja

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:43

BRI Fellowship Journalism 2026 Ajak Jurnalis Terlibat dalam Urban Farming di Bandung

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:33

Kasus ISPA di 7 Provinsi Turun Drastis Usai Diguyur Hujan

Jumat, 30 Oktober 2026 | 19:17

Prabowo Gratiskan Biaya Sekolah dan Perluas Kampus SMA Taruna Nusantara

Jumat, 30 Oktober 2026 | 18:58

Selengkapnya