Berita

Ketua Komisi III DPR RI, Habiburokhman. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Bakal Cek Status Pencekalan Eks Jampidsus Febrie

SENIN, 13 JULI 2026 | 16:24 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

DPR belum mengecek status pencekalan dan kemungkinan penahanan mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.

“Kita akan cek, tadi apakah sudah dicekal atau belum. Kemudian penggeledahan dan lain sebagainya seperti apa, kita cek bersama,” kata Ketua Komisi III DPR Habiburokhman kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin, 13 Juli 2026.

Selain status pencekalan, Komisi III juga akan memastikan informasi terkait kemungkinan penahanan terhadap Febrie. 


Menurut Habiburokhman, langkah tersebut menjadi bagian dari pengawasan DPR terhadap proses hukum yang berjalan.

“Kita enggak tahu, makanya, sudah ditahan atau belum. Dari pagi kami masih rapat, nanti habis ini kami koordinasi, kami akan cek ditahan atau belum,” ujarnya.

Terkait dorongan agar Febrie segera ditahan, Habiburokhman menyebut penahanan dalam perkara tindak pidana korupsi memang menjadi salah satu hal yang akan diperhatikan.

“Kalau belum ditahan, dalam kasus tipikor memang penahanan sangat urgen,” ucapnya.

Sebelumnya, Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan mencegah Febrie Adriansyah ke luar negeri. 

Pencegahan juga berlaku terhadap tersangka lain dalam perkara yang sama, yakni Don Ritto.

Direktur Jenderal Imigrasi dan Pemasyarakatan Hendarsam Marantoko mengatakan pencegahan dilakukan berdasarkan surat permohonan dari Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya Nomor B/12730/VII/RES.3.3/2026/Ditreskrimsus tertanggal 11 Juli 2026.

“Pencegahan itu berlaku selama 20 hari sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” kata Hendarsam.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya