Berita

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto (tengah) Foto: Dokumen PDIP

Politik

Megawati Dorong Kader Perempuan Penggerak Akar Rumput Berani dan Lantang Bersuara

SENIN, 13 JULI 2026 | 14:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Dalam upaya memperkuat kapasitas kepemimpinan dan sumber daya kader perempuan menghadapi tantangan zaman, PDI Perjuangan menggelar Pelatihan untuk Pelatih (Training of Trainer/ToT) bagi perwakilan perempuan dari 38 provinsi.

Pada kesempatan tersebut juga diluncurkan aplikasi dan jingle Perempuan Penggerak Akar Rumput di Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan, Senin 13 Juli 2026.

Dalam sambutannya, Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto mengajak para peserta meneladani perjalanan hidup dan keyakinan ideologis Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.


"Keyakinan menciptakan keteguhan, keberanian dan kesabaran yang akan melahirkan kebenaran. Itulah selayaknya yang menjadi energi penggerak. Ini menjadi inspirasi bagi semua termasuk untuk perempuan," kata Hasto.

Acara tersebut turut dihadiri sejumlah pengurus DPP PDIP, di antaranya Djarot Saiful Hidayat, I Gusti Ayu Bintang Darmawati, Sri Rahayu, Ribka Tjiptaning, dan Sadarestuwati.

Hasto kemudian mengulas sejarah gerakan perempuan dalam perjuangan bangsa. Ia menyebut, pada 25 Juni 1933 di Bandung, kelompok perempuan menyatakan diri bergabung dalam gerakan pembebasan rakyat Marhaen dan menyebut diri sebagai Marhaeni. Gagasan tersebut, menurutnya, kemudian menjadi bagian dari pemikiran Bung Karno yang tertuang dalam buku Sarinah.

Menurut Hasto, perjuangan perempuan berkembang dalam tiga fase, yakni memperkuat kapasitas diri di tengah budaya patriarki, memperjuangkan emansipasi dan kesetaraan, hingga perempuan dan laki-laki bersama-sama mengoreksi sistem kapitalisme melalui falsafah pembebasan rakyat Marhaen.

"PDI Perjuangan menempatkan gerakan perempuan pada fase ketiga," ujarnya.

Ia menambahkan, perempuan penggerak akar rumput memiliki ruang pengabdian yang luas, termasuk membangun kedaulatan pangan dan memastikan masyarakat memperoleh makanan bergizi.

"Kalau kita berbicara tentang ruang lingkup perempuan penggerak akar rumput, sebenarnya sangat luas untuk menjabarkan apa yang dimaksudkan oleh Bu Mega bahwa politik adalah persoalan kehidupan," ujarnya.

Hasto menilai masih terdapat kesenjangan antara cita-cita para pendiri bangsa dengan kondisi saat ini. Karena itu, Megawati menginginkan kader perempuan menjadi pelopor yang mampu menggerakkan masyarakat, memengaruhi cara berpikir rakyat, serta memimpin perjuangan di tingkat akar rumput.

Melalui pelatihan ini, Hasto berharap kader PDIP memiliki keberanian untuk bersikap, membela kebenaran, memperjuangkan keadilan, serta mengawal supremasi hukum.

"Maka, pelatihan ToT perempuan penggerak akar rumput ini, selain momentumnya sangat tepat, juga memiliki suatu pijakan historis dan ideologis yang sangat kuat. Karena itulah, beranilah bersuara, beranilah bersikap," tegasnya.

Hasto juga mengingatkan pesan Megawati bahwa perempuan merupakan jalan peradaban.

"Ibu Mega selalu menegaskan bahwa perempuan jalan peradaban. Karena itulah dalam realitas demokrasi berwatak otoritarianisme populis saat ini, peran kepemimpinan perempuan pelopor sangat penting agar demokrasi semakin kuat berakar," ujarnya.

Sementara itu, Ketua DPP PDIP Bidang Perempuan dan Anak, I Gusti Ayu Bintang Darmawati atau Bintang Puspayoga, mengatakan penguatan peran perempuan di tingkat akar rumput merupakan bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang adil, demokratis, dan beradab.

Mengutip Bung Karno, ia menegaskan bahwa "Tiada revolusi tanpa perempuan." Menurutnya, Megawati juga selalu mengingatkan bahwa perempuan bukan sekadar objek atau penerima manfaat pembangunan, melainkan subjek yang ikut menentukan arah pembangunan bangsa.

"Ibu Megawati juga selalu mengatakan bahwa perempuan tidak hanya menjadi objek pembangunan, penerima manfaat pembangunan, tapi perempuan adalah subjek pembangunan. Kita ikut mengambil bagian dalam pembangunan itu sendiri. Oleh karena itu, pelatihan perempuan akar rumput ini menjadi penting untuk mewujudkan tatanan hidup yang adil dan beradab, sesuai yang diamanatkan dasar negara kita, Pancasila," katanya.

Bagian tengah sudah dipadatkan dengan menghilangkan pengulangan gagasan tentang harapan Megawati terhadap kader perempuan, sehingga alur berita menjadi lebih fokus dan tetap mempertahankan seluruh kutipan penting.


Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

UPDATE

Minyak Dunia Tembus 100 Dolar AS, Purbaya Belum Tambah Subsidi Energi

Sabtu, 12 September 2026 | 02:25

One Asia Golf Cup 2026 Diikuti 144 Pengusaha dari 11 Negara

Sabtu, 12 September 2026 | 02:14

Relawan Prabowo-Gibran Tak cuma Hadir saat Pemilu

Sabtu, 12 September 2026 | 01:30

Ferry Boboho Balikin Duit Rp5 Miliar, Diduga terkait Pemerasan Febrie

Sabtu, 12 September 2026 | 01:10

Maruli Janji Dongkrak Peringkat Atlet Judo Indonesia

Sabtu, 12 September 2026 | 01:01

ERP Solusi Pengendalian Kemacetan Jakarta

Sabtu, 12 September 2026 | 00:34

Simak Rekayasa Lalin Persija-Persib di GBK

Sabtu, 12 September 2026 | 00:18

Jarnas Konsisten Kawal Program Pro Rakyat Prabowo-Gibran

Sabtu, 12 September 2026 | 00:00

Haji Dimulai dari Kalkulator

Jumat, 11 September 2026 | 23:35

Baznas Kembali Raih Indonesia Most Reputable Companies Award 2026

Jumat, 11 September 2026 | 23:20

Selengkapnya