Berita

Tan Kian berjaket coklat. (Foto: Istimewa)

Hukum

Saat Konglomerat Tan Kian Diamankan Polisi

SABTU, 11 JULI 2026 | 21:50 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Polisi mengamankan konglomerat Tan Kian di Pacific Place, Jakarta Selatan, Kamis, 9 Juli 2026. Tan Kian diperiksa penyidik Polda Metro Jaya dalam kapasitas sebagai saksi.

"Kami sampaikan pemeriksaan tadi, termasuk 15 saksi yang kami periksa dimintai keterangan, salah satunya adalah itu (Tan Kian). Jadi, yang bersangkutan statusnya masih status sebagai saksi," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Budi Hermanto kepada wartawan Jumat kemarin, 10 Juli 2026.

Sementara itu, 14 saksi lain terkait tiga kasus dugaan korupsi. Dua dari kafe de’Clan, serta empat orang dari pihak money changer berinisial DH, HH, ER, dan RP.


DR yang belakangan jadi tersangka diamankan di Gandaria, serta sang sopir pribadi dan saksi berinisial NH di Pacific Place. Terakhir, saksi berinisial MIL beserta dua petugas keamanan berinisial R dan A.

Di kesempatan berbeda, mantan Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung (Kejagung), yang kini jadi tersangka, Febrie Adriansyah, sempat menyinggung perihal nasib Tan Kian.

Di mana kasus yang menjerat Tan Kian masih didalami oleh Kejagung.

"Itu pun masih berjalan proses eksekusi tanahnya. Tanahnya masih berjalan dieksekusi," kata Febrie dalam konferensi pers di Gedung Bundar Kejaksaan Agung, Jakarta, Jumat, 10 Juli 2026.

Sebagaimana diketahui, Tan Kian disebut pernah menjadi tersangka korupsi penggunaan dana Asabri yang merugikan negara hingga Rp410 miliar.

Catatan redaksi:
Redaksi memperbaharui artikel ini setelah menerima hak jawab dari PT Multi Artha Pratama terkait penyebutan Tan Kian sebagai pemilik imperium bisnis PT Multi Artha Pratama. Koreksi ini dilakukan sebagai komitmen RMOL atas prinsip akurasi dan keberimbangan pemberitaan. 

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya