Berita

Ilustrasi (Foto: Dok Bank Mega Syariah)

Bisnis

Pembiayaan Tembus Rp10 T, Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen di Semester I-2026

SABTU, 11 JULI 2026 | 14:24 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Mega Syariah membukukan laba sebelum pajak sebesar Rp137 miliar di semester I-2026. Angka ini naik 17,56 persen secara tahunan (yoy) dibanding tahun sebelumnya sebesar Tp117 kiliar.

Di sisi intermediasi, total pembiayaan Bank Mega Syariah telah melampaui Rp10 triliun atau tumbuh lebih dari 6 persen dibandingkan Juni 2025. 

Pertumbuhan tersebut didorong oleh ekspansi pada segmen komersial, khususnya corporate banking dan business banking, serta didukung peningkatan pembiayaan ritel melalui Syariah Card dan pembiayaan konsumer.


Pembiayaan segmen komersial tercatat mencapai lebih dari Rp5,96 triliun per Juni 2026 atau meningkat lebih dari 15 persen secara year to date (ytd).

Dari jumlah tersebut, pembiayaan corporate banking menjadi kontributor terbesar dengan outstanding lebih dari Rp4,5 triliun, naik lebih dari 16 persen dibandingkan posisi akhir 2025. 

Sementara pembiayaan business banking tumbuh sekitar 12 persen atau bertambah Rp156 miliar menjadi Rp1,45 triliun.

Di segmen ritel, pembiayaan Syariah Card mencatat pertumbuhan tertinggi dengan nilai lebih dari Rp325,4 miliar atau melonjak lebih dari 67 persen secara tahunan. Adapun pembiayaan konsumer mencapai Rp601 miliar, meningkat 17,73 persen dibandingkan Juni tahun lalu.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah, Hanie Dewita, mengatakan pertumbuhan pembiayaan yang sehat tetap menjadi fokus utama perseroan.

"Pertumbuhan pembiayaan yang sehat menjadi salah satu fokus utama Bank Mega Syariah. Kami terus mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, kualitas portofolio, dan kontribusi yang berkelanjutan terhadap profitabilitas bank," ujar Hanie, Sabtu 11 Juli 2026.

Selain mencatat pertumbuhan pembiayaan, Bank Mega Syariah juga terus memperbaiki struktur pendanaan melalui peningkatan dana murah.

Dana Pihak Ketiga (DPK) ritel tercatat mencapai Rp5,84 triliun pada Juni 2026, naik lebih dari 3,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya. 

Di dalamnya, saldo giro tumbuh sekitar 24,03 persen secara tahunan, sedangkan tabungan meningkat 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Hanie, Bank Mega Syariah akan terus menjaga keseimbangan antara ekspansi bisnis, efisiensi biaya dana, dan kualitas aset guna mempertahankan pertumbuhan yang sehat.

"Ke depan, kami akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan kualitas aset. Strategi ini penting agar Bank Mega Syariah dapat terus tumbuh secara sehat serta memberikan layanan keuangan syariah yang semakin relevan bagi masyarakat," tandasnya.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

KPK Temukan Dokumen Pengurusan Perkara Lain di Rumah Ayah Iptu Setya Budi Dias

Rabu, 12 Agustus 2026 | 22:18

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya