Berita

Rudi Margono. Foto: Dok. Kejagung

Hukum

Rudi Margono Isi Kursi Jampidsus Menggantikan Febrie Adriansyah

SABTU, 11 JULI 2026 | 14:24 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Kursi Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) tak dibiarkan terlalu lama kosong. Begitu menerima surat pengunduran diri Febrie Adriansyah, Jaksa Agung ST Burhanuddin langsung menunjuk Rudi Margono sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Jampidsus.

Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Perintah Jaksa Agung Nomor: PRINT-76/A/JA/07/2026. Saat ini, Rudi masih menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas).

"Jaksa Agung Republik Indonesia ST Burhanuddin telah menunjuk Rudi Margono yang saat ini menjabat sebagai Jaksa Agung Muda Pengawasan untuk melaksanakan tugas sebagai Pelaksana Tugas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus," ujar Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Anang Supriatna, dalam keterangannya, Sabtu 11 Juli 2026.


Menurut Anang, penunjukan Plt dilakukan agar roda organisasi dan penanganan perkara korupsi tetap berjalan hingga pejabat definitif ditetapkan.

"Seluruh penanganan perkara tindak pidana khusus tetap berjalan secara profesional, independen, dan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan," tegasnya.

Pengunduran diri Febrie dilakukan di tengah sorotan terhadap dirinya setelah penyidik Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri menggeledah sedikitnya 13 lokasi yang dikaitkan dengan penyidikan dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Kejaksaan Agung menyebut Febrie memilih mundur sebagai bentuk komitmen menjaga integritas, objektivitas, dan netralitas proses penegakan hukum yang sedang berjalan. Surat pengunduran dirinya diterima Jaksa Agung pada Sabtu (11/7).

Yang menarik, sehari sebelumnya atau Jumat (10/7), Febrie masih membantah kabar dirinya bakal melepas jabatan Jampidsus. Saat itu ia mengaku masih menerima penugasan dari pimpinan dan tetap fokus menuntaskan sejumlah perkara prioritas. Namun, hanya berselang beberapa jam, Kejaksaan Agung mengumumkan surat pengunduran dirinya telah diterima.

Dalam rangkaian penggeledahan tersebut, penyidik Polri menyita barang bukti dalam jumlah fantastis. Dari lokasi yang diduga merupakan money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan, polisi mengamankan uang tunai sekitar Rp67 miliar dalam bentuk rupiah dan berbagai mata uang asing.

Tak hanya itu. Dari sebuah rumah di kawasan Sentul, Bogor, penyidik juga menyita 74 kilogram emas batangan serta uang tunai berbagai mata uang yang jika dikonversi nilainya mencapai sekitar Rp476 miliar.

Penyidik juga membawa sejumlah brankas, termasuk brankas besar yang ditemukan tersembunyi di balik dinding salah satu bangunan di Cipete. Selain itu, dari penggeledahan lanjutan di sebuah ruko di lokasi yang sama, polisi menyita dokumen serta perangkat komputer yang diduga berkaitan dengan perkara yang tengah diusut.

Meski demikian, hingga kini Polda Metro Jaya belum menetapkan tersangka dalam perkara yang menjadi dasar penggeledahan tersebut. Penyidik menyatakan penyidikan masih terus berlangsung untuk mengurai dugaan korupsi, suap, gratifikasi, dan TPPU yang berkaitan dengan sejumlah perkara, di antaranya dugaan korupsi tata kelola batu bara PLN EPI, PT Asabri, dan Krakatau Steel.

Nama Febrie memang ikut terseret karena beberapa lokasi yang digeledah disebut memiliki keterkaitan dengannya. Namun, Febrie membantah memiliki hubungan dengan bisnis money changer di Cipete. Ia menegaskan rumah di Sentul merupakan aset pribadinya dan meminta publik mengedepankan asas praduga tak bersalah hingga proses hukum rampung.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya