Berita

Ilustrasi (Artificial Inteligence)

Bisnis

Efek Gagal Uji Klinis Wainua, Saham AstraZeneca Terpuruk Dua Hari Beruntun

SABTU, 11 JULI 2026 | 07:32 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Aksi jual masih membayangi saham raksasa farmasi Inggris, AstraZeneca, hingga penutupan perdagangan Jumat 10 Juli 2026 waktu setempat. 

Saham perusahaan kembali merosot lebih dari 3 persen setelah sehari sebelumnya, atau Kamis, anjlok 6,72 persen akibat kegagalan uji klinis obat eksperimental Wainua.

Pelemahan tersebut menjadikan AstraZeneca sebagai salah satu penekan utama indeks FTSE 100 di Bursa London. Dalam dua hari perdagangan, kapitalisasi pasar perusahaan dilaporkan menyusut sekitar 19 miliar poundsterling atau sekitar 24 miliar Dolar AS.


Sentimen negatif dipicu hasil uji klinis fase III CARDIO-TTRansform yang menunjukkan Wainua (eplontersen) gagal memenuhi target utama sebagai terapi untuk transthyretin-mediated amyloid cardiomyopathy (ATTR-CM), penyakit jantung progresif yang disebabkan kelainan protein.

Kegagalan tersebut memicu keraguan investor terhadap prospek komersial Wainua. Padahal, obat itu sebelumnya diproyeksikan menjadi produk andalan dengan potensi penjualan tahunan antara 3,3 miliar hingga lebih dari 6 miliar Dolar AS.

Tekanan terhadap AstraZeneca juga jauh lebih besar dibandingkan sektor farmasi secara umum. 

Indeks saham farmasi dan riset medis hanya melemah sekitar 0,64 persen. Sebaliknya, sejumlah pesaing justru mencatat kenaikan, seperti Alnylam Pharmaceuticals yang menguat 7,39 persen dan BridgeBio Pharma yang melonjak 14,49 persen. 

Sementara itu, mitra AstraZeneca dalam pengembangan Wainua, Ionis Pharmaceuticals, ikut terpukul dengan penurunan saham hingga 20,34 persen.

Sejumlah analis menilai hasil uji klinis dipengaruhi tingginya penggunaan Vyndamax, obat pesaing milik Pfizer, oleh lebih dari 80 persen peserta penelitian. Kondisi tersebut diduga menyulitkan penilaian efektivitas Wainua sebagai terapi.

Meski demikian, sebagian analis meyakini kegagalan satu kandidat obat belum cukup untuk menggagalkan target jangka panjang AstraZeneca membukukan penjualan tahunan sebesar 80 miliar Dolar AS pada 2030. Namun, pasar diperkirakan akan meninjau kembali prospek lini pengembangan obat jantung perusahaan yang selama ini menjadi salah satu motor pertumbuhan.

Secara fundamental, AstraZeneca masih menjadi salah satu perusahaan farmasi terbesar di dunia dengan pendapatan tahunan sekitar 58,74 miliar Dolar AS dan laba bersih 10,22 miliar Dolar AS. 

Mayoritas analis Wall Street juga masih mempertahankan rekomendasi "Buy", meski prospek perusahaan diperkirakan akan dievaluasi kembali setelah kegagalan uji klinis Wainua.


Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya