Berita

BEM-KSI menggelar aksi damai di depan Gedung DPR pada Jumat 10 Juli 2026. (Foto: Istimewa)

Nusantara

BEM Kristiani Geruduk DPR Tuntut Evaluasi Total Kejagung

JUMAT, 10 JULI 2026 | 23:05 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Badan Eksekutif Mahasiswa Kristiani Seluruh Indonesia (BEM-KSI) menggelar aksi damai di depan Gedung DPR pada Jumat 10 Juli 2026.

Aksi itu diikuti oleh mahasiswa dari berbagai daerah sebagai bentuk penyampaian aspirasi terkait penguatan pengawasan terhadap lembaga penegak hukum serta pentingnya menjaga kepercayaan publik terhadap proses pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Kami hadir untuk mendorong penguatan pengawasan terhadap proses penegakan hukum. Kepercayaan publik terhadap lembaga negara harus dijaga melalui transparansi, akuntabilitas, dan keterbukaan informasi," kata Koordinator Pusat BEM-KSI, Charles Gilbert. 


Dalam aksinya, massa BEM-KSI menyampaikan empat tuntutan utama kepada DPR. Tuntutan pertama adalah mendesak DPR untuk melakukan evaluasi secara menyeluruh terhadap institusi Kejaksaan Agung (Kejagung) guna memastikan penguatan tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas kelembagaan sesuai prinsip negara hukum.

Tuntutan kedua adalah meminta Komisi III DPR  segera memanggil Kejagung Indonesia dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) guna memberikan keterangan secara terbuka kepada publik terkait berbagai perkembangan opini yang berkembang dan menjadi perhatian masyarakat luas.

Selain itu, BEM-KSI juga mendesak DPR untuk tetap melakukan pengawalan terhadap proses penyidikan kasus korupsi dan tindak pidana pencucian uang yang diduga melibatkan salah satu petinggi Kejagung. 

Poin keempat yang disuarakan adalah dorongan kepada seluruh aparat penegak hukum agar tidak melakukan penanganan perkara secara tebang pilih, khususnya dalam perkara yang melibatkan aparatur penyelenggara negara. 

"Prinsip persamaan di hadapan hukum (equality before the law) harus menjadi fondasi utama dalam penegakan hukum di Indonesia," kata Charles.

Ia menegaskan bahwa BEM-KSI mendukung penuh upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan secara profesional, independen, dan berdasarkan hukum. 

"Penegakan hukum yang konsisten dan berintegritas merupakan syarat utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara," kata Charles.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya