Berita

Barang bukti hasil penggeledahan dipamerkan Polda Metro Jaya, Jumat malam, 10 Juli 2026. (Foto: RMOL/Bonfilio Putra)

Hukum

Meja Rilis Polda Metro Jaya Penuh Sesak Gepokan Dolar dan Emas 74 Kg

JUMAT, 10 JULI 2026 | 19:32 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemandangan mencengangkan tersaji di Gedung Promoter Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat malam, 10 Juli 2026. Tim gabungan Kortastipidkor Polri dan Polda Metro Jaya resmi memamerkan gunungan barang bukti hasil operasi penggeledahan maraton dari Cipete hingga Sentul, Bogor.

Barang bukti bernilai fantastis ini disita dari pusaran kasus dugaan megakorupsi pengadaan batu bara PT PLN, pengelolaan dana Asabri-Jiwasraya periode 2020-2025, serta TPPU PT CBS.

Pantauan RMOL di lokasi konferensi pers, kilauan emas batangan murni tampak berjejer rapi diapit oleh ribuan lembar gepokan mata uang asing berwujud Dolar Singapura, Dolar Amerika Serikat, hingga pecahan Rupiah.


Tak hanya tumpukan uang dan logam mulia, penyidik juga memajang belasan boks kontainer plastik transparan berisi dokumen penting, sejumlah perangkat komputer, serta beberapa barang bukti berukuran besar yang sengaja ditutupi menggunakan selimut bermotif salah satu klub sepak bola eropa.

Berdasarkan informasi di lapangan, barang terbungkus kain tersebut diduga kuat merupakan lukisan mahal dan foto keluarga yang sebelumnya dipajang di dinding rumah di kawasan Sentul, Bogor.

Rentetan barang bukti kelas kakap ini dikumpulkan dari hasil penggeledahan di 13 lokasi berbeda sejak Rabu, 8 Juli 2026. Polisi menyisir kantor PT CBS, PT KNI, PT PML, hingga sejumlah apartemen dan rumah mewah di kawasan elite Jakarta, Tangerang Selatan, hingga Sentul, Bogor, yang belakangan diketahui merupakan aset milik Jampidsus Febrie Adriansyah.

Jika ditotal, nilai sitaan dari operasi gabungan ini sangat mencengangkan. Penyidik berhasil mengamankan uang senilai Rp60 miliar yang tersimpan di dalam brankas Cafe de'CLAN Signature dan Koin Money Changer di kawasan Cipete.

Sementara dari rumah mewah milik Febrie Adriansyah di Parahyangan Golf 2, Sentul, Bogor, petugas mengangkut uang di dalam tujuh koper berupa 4.767.300 Dolar AS, 14.083.800 Dolar Singapura, Rp100 juta tunai, serta kepingan emas murni seberat 74 kilogram.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya