Berita

Presiden Prabowo Subianto di peresmian lima bendungan Indonesia (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Luncurkan Lima Bendungan Strategis, Siap Topang Pertanian hingga Energi

JUMAT, 10 JULI 2026 | 14:48 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto resmi meluncurkan lima bendungan strategis yang tersebar di sejumlah wilayah Indonesia sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan air, pangan, dan energi nasional. 

Peresmian dipusatkan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Jumat, 10 Juli 2026.

Empat bendungan yang turut diresmikan yakni Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali. 


Kelima infrastruktur tersebut merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN) yang disiapkan pemerintah untuk memperkuat pengelolaan sumber daya air sekaligus mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian di berbagai daerah.

Berdasarkan pantauan melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba di lokasi acara sekitar pukul 13.20 WIB mengenakan baju safari krem dan peci hitam. 

Presiden turun dari kendaraan Maung dan langsung disambut antusias warga yang memadati lokasi. Dengan ramah, Kepala Negara menghampiri masyarakat yang ingin bersalaman sebelum melanjutkan agenda peresmian.

Memasuki area acara, Prabowo menyapa dan bersalaman dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih yang hadir, di antaranya Menko Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menko Pangan Zulkifli Hasan, Mensesneg Prasetyo Hadi, Panglima TNI Jenderal Agus Subianto, serta Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. 

Prosesi kemudian diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, dilanjutkan laporan Menteri Pekerjaan Umum.

Dalam sambutannya, Prabowo menjelaskan bahwa kelima bendungan tersebut merupakan investasi negara senilai Rp9,79 triliun untuk memperkuat ketahanan air, pangan, dan energi.

Pemerintah tidak akan berhenti pada pembangunan lima bendungan. Indonesia disebut masih membutuhkan lebih banyak infrastruktur pengairan dengan kapasitas yang lebih besar guna mendukung produktivitas nasional sekaligus memperkuat ketahanan menghadapi tantangan perubahan iklim. 

"Bendungan-bendungan ini hanya simbol. Kita perlu berjuang lebih keras lagi. Kita perlu bendungan-bendungan lebih banyak. Kita perlu bendungan-bendungan lebih besar. Kita akan bangun nanti tenaga surya. 100 gigawatt," tegasnya.

Prabowo bersama sejumlah menteri dan pejabat terkait menekan tombol sirine peresmian, sebagai tanda beroperasinya kelima bendungan tersebut. 

"Bismillahirrahmanirrahim, hari ini, Jumat 10 Juli 2006. Dengan rahmat Tuhan Yang maha Besar. Saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia meresmikan Bendungan Meninting, Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali," ucap Prabowo. 

Bendungan Meninting memiliki kapasitas tampung sekitar 9,91 juta meter kubik dengan luas genangan sekitar 46 hektare, serta mampu mengairi 1.559 hektare lahan pertanian.

Selain memasok air baku, Bendungan Meninting juga dirancang mendukung pembangkitan listrik sekitar 10 megawatt melalui PLTA dan PLTS terapung. 

Kehadirannya diproyeksikan meningkatkan indeks pertanaman dari 280 persen menjadi 300 persen, menambah produksi hingga 420 ribu ton gabah setiap musim tanam, sekaligus menciptakan nilai ekonomi sekitar Rp4,6 triliun per tahun. 

Bendungan tersebut juga memiliki potensi dikembangkan sebagai kawasan wisata air dan menopang kebutuhan air bersih sektor pariwisata di Lombok.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Jokowi Dalangi Operasi Politik Pertahankan Wapres Gibran

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:14

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Pejabat BNPB juga Korupsi Pengadaan HT Penanganan Karhutla

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:37

Status MSCI Bukan Tanda Kiamat

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:21

Penguatan Ekosistem Dagang RI Didorong Tembus 5 Besar Ekonomi Dunia

Senin, 19 Oktober 2026 | 03:06

Mengenal Ahmad Luthfi Auditor BPK yang Minta Jatah Rp600 Juta

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:37

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia, Polri Sampaikan Duka Cita

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:17

MSCI Pertanyakan Pasar RI, BEI Harus Buktikan Pengawasan Bekerja

Senin, 19 Oktober 2026 | 02:06

Fahira: Mimpi dan Cita-cita Tak Boleh Dibatasi Kondisi Ekonomi

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:35

Polisi Tembak Polisi di Markas Ditpolairud Pondok Cabe, Pelaku Ditahan

Senin, 19 Oktober 2026 | 01:15

Selengkapnya