Berita

Presiden Prabowo Subianto (Foto: RMOL/Hani Fatunnisa)

Politik

Prabowo Ingatkan Bahaya Crab Mentality bagi Kemajuan Indonesia

KAMIS, 09 JULI 2026 | 17:04 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto mengingatkan masyarakat agar mewaspadai budaya crab mentality atau kebiasaan saling menjatuhkan yang dinilainya masih menjadi salah satu hambatan bagi kemajuan Indonesia. 

Hal itu disampaikan Prabowo saat memberikan sambutan dalam peluncuran Program Mandatori Biodiesel B50 di Rest Area KM 57 Tol Jakarta-Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis, 9 Juli 2026. 

Menurutnya, sikap senang melihat sesama mengalami kesulitan dan tidak rela melihat orang lain berhasil merupakan kebiasaan yang harus ditinggalkan apabila Indonesia ingin menjadi bangsa yang maju.


"Pada prestasi bangsa kita, justru sering kita tuh senang melihat rekan sendiri susah. Dikatakan bahwa kita termasuk bangsa kepiting. Kepiting kalau rekannya sudah naik ke atas, kepiting yang di bawah nurunin dia lagi. Ada kepiting lain mau naik ke atas, kepiting lain nurunin dia lagi. Itu namanya senang melihat rekan susah, susah melihat rekan senang," ujarnya.

Prabowo mengingatkan bahwa rasa iri, dengki, serta keinginan menjatuhkan sesama anak bangsa hanya akan melemahkan Indonesia dari dalam. 

Padahal, di tengah meningkatnya posisi Indonesia di kancah global, banyak negara yang justru memandang Indonesia sebagai pesaing sehingga berupaya membangun opini negatif untuk memecah belah persatuan bangsa.

"Kita tidak pernah benci orang, tapi nyatanya banyak yang dengki, iri, maunya ngerjain kita, jelek-jelekin kita. Kampanye di sosmed, Indonesia chaos, Indonesia suram, Indonesia gelap, akan kolaps, akan kolaps. Dia berharap kolaps, bayangkan, orang Indonesia sendiri berharap kolaps," papar Prabowo. 

Karena itu, Kepala Negara mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang bertujuan melemahkan optimisme bangsa. 

"Saudara-saudara sekalian, Jadi ini harus kita waspadai," pungkasnya.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya