Berita

Foto Ilustrasi Polri dan Kejaksaan. (Foto: RMOL)

Hukum

Gus Lilur: Jangan Giring Penggeledahan Jadi Perang Polri vs Kejaksaan

KAMIS, 09 JULI 2026 | 15:03 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

Tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), HRM Khalilur R Abdullah Sahlawy atau Gus Lilur meminta publik tidak menggiring peristiwa penggeledahan 12 lokasi oleh tim penyidik gabungan Kortas Tipidkor Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya sebagai pertarungan antara Polri dan Kejaksaan Agung.

Penggeledahan tersebut diketahui berkaitan dengan tiga perkara dugaan korupsi, yakni tata kelola batu bara, pengembangan kasus korupsi Asabri dan Jiwasraya periode 2020-2025, serta dugaan tindak pidana pencucian uang (TPPU) dalam penyelesaian kewajiban utang PT CBS kepada PT KNI.

Menurut Gus Lilur, proses tersebut merupakan penegakan hukum terhadap oknum, bukan konflik antarlembaga, meski nama Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus), Agung Febrie Adriansyah disebut ikut terseret.


"Benarkah Polri dan Kejaksaan Agung perang? Bukan perang antarinstitusi, melainkan hanya ulah segelintir oknum yang kurang mawas diri, kurang pintar berkaca, terlalu jumawa, tanpa disadari menepuk air di dulang terpercik muka sendiri," kata Gus Lilur dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 9 Juli 2026.

Ia menilai persoalan tersebut dipicu oleh buruknya koordinasi antarpihak.

"Semua dipicu oleh salah mengambil momentum, gagal berkoordinasi, lalu merasa hebat sendiri," tegasnya.

Gus Lilur juga menyinggung munculnya anggapan Polri tersinggung atas penetapan seorang perwira tinggi sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diumumkan Kejagung bertepatan dengan Hari Bhayangkara ke-80 pada 1 Juli 2026.

Menurutnya, yang menjadi persoalan bukan penetapan tersangkanya, melainkan momentum pengumumannya.

"Apa Polri tidak terima perwiranya ditetapkan sebagai tersangka kasus korupsi oleh Kejagung? Menurut saya bukan itu. Itu karena Polri merasa dinista dan dihina karena penangkapan itu seperti sengaja digunakan untuk menghina Polri," tegasnya.

Di sisi lain, Gus Lilur menilai situasi tersebut menjadi ujian bagi Presiden Prabowo Subianto untuk menjaga soliditas antarlembaga negara tanpa mengintervensi proses hukum yang sedang berjalan.

"Ini ujian kecil bagi Presiden untuk merukunkan kembali para pembantunya agar berpadu bukan beradu, bersama bahu-membahu membangun bangsa maju," katanya.

Ia menegaskan, proses hukum terhadap dugaan korupsi yang menyeret petinggi Kejaksaan Agung harus tetap berjalan sesuai ketentuan.

"Kasus korupsi yang menjerat petinggi kejaksaan biarlah dituntaskan. Presiden harus segera bertindak cepat merukunkan Kejaksaan dan Polri," tutupnya.

Populer

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Tak Hanya Mobil Listrik, Hybrid Juga Diusulkan Bebas Ganjil-Genap

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:31

Kabinet Watch Penting untuk Ruang Dialog Menteri dan Kelompok Kritis

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:25

Dumai Transshipment Hub: Ujian Geopolitik Maritim Indonesia

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:17

Laba Emiten Naik 15 Persen, Danantara Minta Investor Tak Terpaku Sentimen Pasar

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:16

Apple Siap Gelar Acara Pro and Tell Akhir Oktober 2026

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:09

12.000 Lowongan Kerja Dibuka di Jakarta untuk Semua Kalangan

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:08

BAZNAS dan Ruang Amal Indonesia Antarkan 47 Mustahik ke Dunia Kerja

Kamis, 22 Oktober 2026 | 12:06

KPK Bakal Secepatnya Kembali Panggil Nusron Wahid

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:48

Wacana Dumai Transshipment Hub Perlu Dukungan, Pelindo Harus Lebih Bertaring di Selat Malaka

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:47

Terancam Turun Kelas, Danantara Akui Sentimen MSCI Tak Bisa Dianggap Enteng

Kamis, 22 Oktober 2026 | 11:33

Selengkapnya