Berita

Peresmian simbolis injeksi perdana CEOR berbasis polimer di Lapangan Rama PHE OSES oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto dan Direktur Utama Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, Rabu, 8 Juli 2026. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Pertama di Indonesia, PHE OSES Terapkan Teknologi CEOR Lepas Pantai

KAMIS, 09 JULI 2026 | 13:38 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina Hulu Energi OSES (PHE OSES) resmi memulai implementasi Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Lapangan Offshore Rama, Wilayah Kerja Southeast Sumatra (WK SES). Capaian ini menjadi tonggak sejarah baru sebagai inovasi CEOR lepas pantai (offshore) pertama di Indonesia.

Dimulainya megaproyek ini ditandai melalui seremoni injeksi pertama polimer yang diselenggarakan di Ruang Serbaguna RDTX Square, Jakarta, Rabu kemarin, 8 Juli 2026.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Kepala SKK Migas Djoko Siswanto, jajaran komisaris dan direksi PT Pertamina (Persero) seperti Komisaris Raden Adjeng Sondaryani, Direktur Utama Simon Aloysius Mantiri, dan Wakil Direktur Utama Oki Muraza. Turut hadir jajaran petinggi Pertamina Hulu Energi hingga Direktur Utama PT Elnusa, Litta Indriya Ariesca.


Sebelum memasuki tahap implementasi, proyek strategis ini telah melalui rangkaian kajian dan evaluasi yang komprehensif. Mulai dari studi subsurface, analisis laboratorium, desain engineering dan operasional offshore, hingga kajian keekonomian serta manajemen risiko.

CEOR berbasis polimer ini juga telah melewati proses assessment ketat yang melibatkan para ahli EOR di lingkungan SKK Migas dan Pertamina guna memastikan kesiapan dari aspek teknis, operasional, maupun keselamatan.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menegaskan, lapangan migas yang sudah tua (mature) bukan berarti aset tersebut sudah habis dan selesai. Menurutnya, aset-aset ini hanya membutuhkan inovasi dan pendekatan baru.

"Melalui CEOR, kita sedang memberikan 'terapi' baru bagi reservoir kita, memperpanjang usia produktifnya, dan membuktikan bahwa aset-aset puluhan tahun masih mampu berkontribusi besar bagi ketahanan energi nasional," ujar Simon dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 9 Juli 2026.

Simon menambahkan, injeksi polimer di Lapangan Rama ini merupakan simbol transformasi cara berpikir. Ketahanan energi nasional tidak hanya dibangun dengan menemukan cadangan baru, melainkan dengan memaksimalkan setiap aset yang ada melalui penerapan inovasi dan teknologi.

"Teknologi adalah cara kita menjaga amanah bangsa. Amanah untuk memastikan energi tetap tersedia, memperkuat ketahanan energi nasional, dan memastikan Pertamina terus memainkan perannya sebagai Soko Guru Energi Indonesia," tegasnya.

Sementara itu, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto memberikan apresiasi tinggi atas langkah progresif PHE OSES. Ia berharap teknologi baru ini mampu memberikan hasil recovery factor yang optimal demi mendongkrak lifting minyak nasional.

"Momen ini menandai tonggak penting dalam penerapan teknologi EOR untuk mengoptimalkan produksi minyak dari lapangan migas lepas pantai yang telah memasuki fase mature," kata Djoko.

PHE OSES menargetkan manfaat penuh dari proyek ini dapat direalisasikan secara berkelanjutan hingga tahun 2030. Keberhasilan implementasi di Lapangan Rama ini diharapkan menjadi acuan penting untuk membuka peluang penerapan teknologi chemical EOR di lapangan-lapangan lepas pantai lainnya di Indonesia.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Serap Aspirasi Warga Pandeglang, Arif Rahman Kawal Sektor Pertanian dan Perikanan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 10:14

Hormati Putusan MK, Komisi X DPR Minta Pendidikan dan MBG Tetap Jalan Beriringan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:57

Harga Minyak Dunia Catat Kenaikan Bulanan Terbesar Sejak Maret

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:51

Emas Antam Anjlok Rp20 Ribu, Satu Gram Jadi Rp2,6 Juta

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:41

Kesiapan Fasilitas Zikir Kebangsaan Monas: Dari Ambulans Hingga Ratusan Ribu Konsumsi

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:34

K-SIGN Rote Ndao Dipacu Jadi Pilar Swasembada Garam Nasional

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:15

Harga Logam Mulia Terkoreksi Meski Mampu Akhiri Tren Penurunan

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 09:02

Dul Mungkin Tak akan Naik Bus Malam Lagi Setelah Ketahuan Bawa Sabu

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:45

Arab Saudi Sambut Kesepakatan Pelucutan Senjata di Gaza, Israel Harus Mundur

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:34

Ramai Mal Pasang Pagar Tinggi di Tengah Situasi Kamtibmas Kondusif

Sabtu, 01 Agustus 2026 | 08:23

Selengkapnya