Berita

Kolase Gibran Rakabuming Raka, Joko Widodo, dan Kaesang Pangarep. (Foto: AI)

Politik

Dinasti Politik Jokowi Mulai Kehilangan Taji

RABU, 08 JULI 2026 | 09:42 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Mantan Sekretaris Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Muhammad Said Didu menilai dinasti politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo mulai kehilangan pengaruhnya. Penilaian itu didasarkan pada sejumlah perkembangan yang belakangan mencuat di ruang publik.

Melalui pernyataannya di X, Rabu, 8 Juli 2026, Said Didu menyebut sedikitnya ada tiga gejala yang menurutnya menunjukkan dinasti politik Jokowi mulai kehilangan keistimewaan.

Pertama, ia menilai proses penegakan hukum dalam polemik dugaan ijazah palsu Jokowi mulai berjalan secara normal. Hal itu, menurutnya, terlihat dari tidak ditahannya Roy Suryo dan dokter Tifa, serta dikabulkannya gugatan praperadilan Roy Suryo.


"Kembali normalnya proses penegakan hukum kasus ijazah palsu," ujar Said Didu.

Kedua, analis kebijakan publik itu menyinggung kondisi bisnis anak-anak Jokowi yang menurutnya mulai menunjukkan berbagai persoalan.

Ia menyebut sejumlah perusahaan yang pernah dikaitkan dengan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, seperti Chilli Pari, Markobar, Mangkokku, dan beberapa usaha lain di bawah induk PT Harapan Bangsa Kita (GK Hebat), kini tidak lagi terdengar.

"Sudah tidak terdengar lagi - bangkrut?" katanya.

Selain itu, Said Didu juga menyoroti usaha milik Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep. Menurutnya, dari belasan perusahaan yang pernah dimiliki Kaesang, sebagian besar sudah tidak lagi beroperasi.

"Dari 12 perusahaan milik Kaesang, seperti Sang Pisang, TernakKopi, Siap Mas, Es Doger dan lainnya, sebagian besar sudah bangkrut," ujarnya.

Ia kemudian mempertanyakan kelayakan sejumlah bisnis tersebut, termasuk investasi yang pernah masuk ke salah satu perusahaan Kaesang.

"Artinya perusahaan tersebut memang tidak layak atau saat itu ada yang sedang 'mencuci'. Masih ingat 'suntikan' dana Rp71 miliar ke perusahaan Kaesang untuk bisnis Es Doger? Bagaimana dengan suntikan modal bisnis lainnya?" ucapnya.

Gejala ketiga yang disoroti Said Didu adalah munculnya penolakan terhadap safari politik Jokowi di sejumlah daerah. Menurutnya, fenomena tersebut menjadi indikator lain bahwa pengaruh politik Jokowi tidak lagi sekuat sebelumnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Ditunggu Sayembara Mencari Silfester Matutina

Senin, 07 September 2026 | 02:30

TK-SD-SMP di Kota Bogor Berlakukan PJJ

Senin, 07 September 2026 | 02:03

Ujian KPK terkait Paulus Tannos: Jangan cuma Nangkap, tapi Kembalikan Aset

Senin, 07 September 2026 | 01:40

Water Mist Disemprot di Jalanan Jakarta Gegara Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 01:15

Dedi Mulyadi Izinkan Sekolah Terapkan PJJ Imbas Abu Vulkanik Anak Krakatau

Senin, 07 September 2026 | 01:01

Dalam Tiga Hari, Hampir 2.000 Orang Keracunan MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:44

Fahira Idris Sodorkan Enam Rekomendasi untuk MBG

Senin, 07 September 2026 | 00:16

Pemadam Semprot Abu Vulkanik

Senin, 07 September 2026 | 00:03

GMNI Desak Presiden Prabowo Evaluasi Menhan Sjafrie, Ini Sebabnya

Minggu, 06 September 2026 | 23:52

Likuiditas Bank Masih Terjaga

Minggu, 06 September 2026 | 23:40

Selengkapnya