Berita

Ilustrasi

Hukum

AJRI Minta Kepastian Hukum atas Dana Jaminan Rp20 Miliar

SENIN, 06 JULI 2026 | 21:53 WIB | LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK

PT Asuransi Jiwa Reliance Indonesia (AJRI) menyampaikan bahwa Perseroan saat ini sedang memperjuangkan haknya melalui proses hukum di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dalam perkara Nomor 4261/Pdt.G/2025/PA.JS.

Proses hukum itu terkait dana jaminan perusahaan sebesar Rp20 miliar yang ditempatkan dalam bentuk deposito pada PT Bank Mega Syariah.

Dana tersebut bukan merupakan dana investasi biasa. Dana tersebut merupakan Dana Jaminan Wajib yang diwajibkan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melindungi kepentingan pemegang polis dan menjaga kesehatan industri perasuransian.


AJRI menegaskan bahwa tujuan utama gugatan ini adalah memperoleh kepastian hukum dan pemulihan hak atas dana yang menurut AJRI merupakan milik sah perusahaan dan pada akhirnya menjadi bagian dari perlindungan terhadap kepentingan para pemegang polis.

"Ini bukan semata-mata sengketa antara perusahaan dan bank. Yang dipertaruhkan adalah kepastian hukum, perlindungan dana nasabah, dan kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan," kata Manajemen AJRI dalam keterangan tertulis, Senin 6 Juli 2026.

Berdasarkan dokumen dan fakta yang dimiliki AJRI, dana deposito tersebut ditempatkan sejak tahun 2012 sebagai bagian dari kewajiban regulasi yang berlaku saat itu. 

Namun dalam perjalanannya, AJRI menemukan adanya permasalahan terkait status dan pengelolaan dana tersebut yang hingga kini belum memperoleh penyelesaian yang memberikan kepastian hukum bagi AJRI.

AJRI telah melakukan berbagai upaya penyelesaian selama lebih dari sepuluh tahun, mulai dari korespondensi, permintaan klarifikasi, somasi, pengaduan kepada regulator, hingga akhirnya menempuh jalur litigasi guna memperoleh putusan yang memberikan kepastian hukum.

AJRI juga mencatat bahwa dalam berbagai perkara perbankan di Indonesia, prinsip perlindungan nasabah telah menjadi landasan penting dalam putusan pengadilan maupun kebijakan regulator.

Dalam sejumlah kasus, lembaga perbankan diwajibkan mengembalikan dana nasabah ketika terbukti terjadi transaksi atau pencairan yang tidak dilakukan berdasarkan persetujuan atau instruksi yang sah dari pemilik dana.

Menurut AJRI, prinsip yang sama penting untuk ditegakkan dalam perkara ini. Kepercayaan masyarakat terhadap industri jasa keuangan hanya dapat terjaga apabila terdapat kepastian bahwa dana milik nasabah tidak dapat dialihkan, dicairkan, atau digunakan tanpa dasar hukum dan tanpa persetujuan pihak yang berhak.

AJRI berharap OJK sebagai regulator sektor jasa keuangan dapat memberikan perhatian terhadap perkara ini sebagai bagian dari pelaksanaan fungsi pengawasan, perlindungan konsumen, dan penguatan tata kelola industri jasa keuangan.

"Kami percaya bahwa perlindungan terhadap hak nasabah dan pemegang polis merupakan prinsip fundamental yang harus dijaga bersama. Oleh karena itu, kami berharap proses hukum ini dapat menghasilkan kejelasan dan keadilan bagi seluruh pihak," pungkasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

UPDATE

Diam-diam Nusron Wahid Datang ke KPK Tanpa Penjadwalan Pemeriksaan

Rabu, 04 November 2026 | 10:26

Harga Minyak Dunia Turun ke 103 Dolar AS

Rabu, 04 November 2026 | 10:17

Skandal Listyo Sigit jadi Pintu Masuk Seret Jokowi-Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 10:13

Kapolri Terlama yang Sukses Tanam Jagung jadi Tersangka Penyadapan Presiden, Mahfud MD: Gila!

Rabu, 04 November 2026 | 09:51

Laporan Keuangan Danantara Ditarget Rampung November 2026

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

PT Djarum Bayar Cukai Tak Semestinya, Negara Rugi Triliunan Rupiah

Rabu, 04 November 2026 | 09:45

Prabowo Saja Bisa Disadap Apalagi Rakyat Jelata

Rabu, 04 November 2026 | 09:41

Perkuat Hilirisasi, NTB Berpeluang Jadi Sentra Industri Kelapa

Rabu, 04 November 2026 | 09:33

Listyo Sigit Lakukan Kejahatan Paling Jahat

Rabu, 04 November 2026 | 09:30

IHSG Merah, Mayoritas Saham Berguguran

Rabu, 04 November 2026 | 09:20

Selengkapnya