Berita

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait. (Foto: RMOL/Alifia)

Politik

Jadi Presiden Pertama Gratiskan BPHTB, Menteri Ara: Hati Prabowo untuk Rakyat!

SENIN, 06 JULI 2026 | 21:48 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyebut Prabowo Subianto menjadi presiden pertama di Indonesia yang menggratiskan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

Kebijakan itu disebut sebagai bagian dari dukungan pemerintah terhadap Program 3 Juta Rumah. Menurut Maruarar, sejak awal pemerintah Prabowo berkomitmen mempermudah akses masyarakat untuk memiliki rumah, termasuk menghapus sejumlah biaya yang sebelumnya menjadi beban masyarakat.

"Presiden Prabowo adalah presiden yang pertama memberikan BPHTB dan PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) gratis kepada masyarakat berpenghasilan rendah. Dulu namanya IMB dan masyarakat harus membayar, rakyat miskin itu bayar. Tapi di zaman Presiden Prabowo dibuat gratis," kata pria yang akrab disapa Ara di Kantor OJK, Jakarta, Senin 6 Juli 2026.


Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan perintah langsung Prabowo di awal pemerintahannya.

"Itu baru satu bulan jadi Presiden, beliau sudah perintahkan saya. Memang hatinya ada sama rakyat," ujarnya.

Selain menggratiskan BPHTB dan PBG, Ara menyebut pemerintah memberikan berbagai insentif lain untuk mendukung sektor perumahan. Di antaranya insentif Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP), peningkatan kuota fasilitas pembiayaan perumahan dari 228 ribu unit menjadi 350 ribu unit, hingga penurunan Giro Wajib Minimum (GWM) dari 5 persen menjadi 4 persen yang diharapkan memperluas ruang pembiayaan perbankan.

Berbagai kebijakan tersebut merupakan hasil sinergi lintas kementerian dan lembaga. Selain itu program renovasi rumah bagi masyarakat miskin, kata Ara yang juga mengalami lonjakan pada tahun ini.

"Tahun lalu rumah yang direnovasi sebanyak 45 ribu unit. Tahun ini naiknya bukan deret tambah tapi deret kali jadi 400 ribu unit. Jadi kita renovasi rumah-rumah rakyat yang miskin," tandasnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya