Berita

Ilustrasi. (Foto: Generate AI)

Bisnis

Rupiah Jebol Rp18.000 per Dolar AS

Tersengat Sentimen Fitch Ratings hingga Defisit Neraca Dagang
SENIN, 06 JULI 2026 | 15:53 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Nilai tukar rupiah kembali tertekan hingga menembus level psikologis Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Senin sore, 6 Juli 2026.

Mengutip data Bloomberg, mata uang Garuda melemah 44 poin atau 0,24 persen ke level Rp18.007 per dolar AS dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pengamat mata uang dan komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, pelemahan rupiah dipicu respons negatif pasar terhadap laporan terbaru Fitch Ratings yang menyoroti rapuhnya kondisi ekonomi makro Indonesia.


Menurut Ibrahim, Fitch melihat pelemahan tersebut tercermin dari depresiasi rupiah, penurunan cadangan devisa, hingga derasnya arus modal keluar.

"Perhatian sesungguhnya dari Fitch ialah pada aspek kepercayaan investor yang kian melemah akibat memburuknya tata kelola ekonomi," kata Ibrahim dalam risetnya.

Fitch kata Ibrahim juga mengingatkan tekanan berkepanjangan ekonomi RI berpotensi meningkatkan utang dan biaya pinjaman pemerintah. 

“Lembaga pemeringkat itu memperingatkan bahwa tekanan berkepanjangan dapat meningkatkan utang dan biaya pinjaman pemerintah sekaligus memperbesar risiko terhadap penurunan peringkat utang (sovereign rating) Indonesia yang pada Maret 2026 masih dipertahankan pada level BBB dan prospek (outlook) direvisi menjadi negatif,” kata Ibrahim.

Ia menambahkan, sentimen negatif pasar juga diperparah oleh kembalinya neraca perdagangan Indonesia ke zona defisit. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan pada Mei 2026 mengalami defisit sebesar 1,61 miliar dolar AS setelah sebelumnya menikmati surplus selama 72 bulan berturut-turut.

"Selain Fitch Ratings, pasar juga gelisah setelah neraca perdagangan Indonesia kembali mencatat defisit," ujar Ibrahim.

Untuk meredam gejolak di pasar keuangan, Bank Indonesia disebut terus meningkatkan intensitas intervensi. 

Langkah stabilisasi dilakukan melalui transaksi Non-Deliverable Forward (NDF) di pasar offshore, transaksi spot dan Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF) di pasar domestik, serta pembelian Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder.

"Bank sentral juga terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan korporasi maupun pelaku pasar untuk menjaga stabilitas pasar keuangan," kata Ibrahim.

Meski demikian, rupiah ditutup turun ke posisi Rp17.995 per dolar AS dari posisi Rp18.000, namun rupiah masih melemah 32 poin atau 0,18 persen dari perdagangan sebelumnya.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Siapa di Balik Penyadapan Presiden Prabowo?

Kamis, 05 November 2026 | 06:29

Mengendus Pasal Makar

Kamis, 05 November 2026 | 06:14

DPRD Dukung Roadshow Pramono Anung ke 44 Kecamatan

Kamis, 05 November 2026 | 06:04

Mengenal Listyo Sigit, Eks Kapolri yang Jadi Raja Oknum

Kamis, 05 November 2026 | 05:57

Penyadapan Presiden Prabowo Bukan Kasus Biasa

Kamis, 05 November 2026 | 05:43

BPOM Buka Suara soal Vape Mengandung Obat Bius Etomidat dan Ketamin

Kamis, 05 November 2026 | 05:10

Intelektualisme Pemuda Kunci Memperkuat Persatuan Bangsa

Kamis, 05 November 2026 | 04:44

Kasus Listyo Sigit Imbas Sistem UUD 2002 yang Memproduksi Kegaduhan

Kamis, 05 November 2026 | 04:26

PAM Jaya Raih Penghargaan Pembayar Pajak Terbesar di Jakpus

Kamis, 05 November 2026 | 04:22

MUI: Penyadapan Presiden Kategori Tajassus dan Berdosa

Kamis, 05 November 2026 | 04:08

Selengkapnya