Berita

Mentan Andi Amran Sulaiman (Foto: Bakom RI)

Politik

Pemerintah Kucurkan Rp1,3 Triliun untuk Dorong Papua Selatan Jadi Lumbung Pangan Nasional

SENIN, 06 JULI 2026 | 08:56 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah mempercepat pengembangan Papua Selatan sebagai lumbung pangan nasional melalui pembangunan kawasan pertanian modern berskala besar. 

Langkah tersebut diperkuat dengan alokasi anggaran sebesar Rp1,3 triliun pada 2026 untuk pembukaan lahan atau cetak sawah, penyediaan alat dan mesin pertanian, hingga pembangunan infrastruktur pascapanen disiapkan untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus memperkuat ketahanan pangan nasional.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan, program cetak sawah yang dijalankan pemerintah tetap mengedepankan kepentingan masyarakat. 


Dia memastikan seluruh lahan yang dikembangkan tidak akan berpindah kepemilikan dan tetap menjadi hak para petani. 

"Program cetak sawah ini merupakan aspirasi masyarakat dan seluruh lahannya tetap menjadi milik masyarakat," ujar Amran dalam keterangannya, dikutip Senin, 6 Juli 2026.

Saat ini Papua Selatan menjadi episentrum pengembangan kawasan pangan baru nasional. Pemerintah telah mengembangkan 83.030 hektare lahan cetak sawah dan 54.399 hektare optimalisasi lahan di seluruh Tanah Papua. 

Dari jumlah tersebut, Papua Selatan menjadi wilayah terbesar dengan 48.934 hektare lahan cetak sawah serta 53.499 hektare optimalisasi lahan, atau hampir 100 ribu hektare kawasan produksi pangan yang dipersiapkan menjadi lumbung pangan masa depan Indonesia.

Anggaran Rp1,3 triliun tersebut akan digunakan untuk membangun berbagai sarana pendukung, mulai dari Rice Milling Unit (RMU), dryer, gudang penyimpanan, hingga infrastruktur pertanian lainnya. Pemerintah juga menjamin pendampingan bagi petani serta kepastian penyerapan hasil panen. 

"Pemerintah hadir memberikan dukungan melalui pembangunan infrastruktur, alat dan mesin pertanian, benih, pendampingan, hingga menjamin hasil panen petani terserap dengan harga yang menguntungkan sesuai arahan Presiden," kata Mentan.

Pengembangan kawasan pertanian modern di Merauke turut didukung penerapan teknologi seperti traktor, drone pertanian, rice transplanter, combine harvester, dan berbagai peralatan modern lainnya. 

Pemanfaatan teknologi tersebut mampu mendongkrak produktivitas gabah dari sekitar 3 ton per hektare menjadi 4 hingga 7 ton per hektare. 

Pemerintah juga menargetkan indeks pertanaman meningkat dari dua kali menjadi tiga kali tanam setiap tahun guna memperbesar produksi pangan nasional secara berkelanjutan.

Peningkatan produktivitas itu berdampak langsung terhadap kesejahteraan petani. Berdasarkan data pemerintah daerah, pendapatan petani di kawasan pengembangan meningkat hingga 300 persen setelah memanfaatkan program cetak sawah dan mekanisasi pertanian. 

Antusiasme masyarakat pun terus tumbuh, ditandai dengan usulan penambahan sekitar 2.000 hektare lahan cetak sawah baru..

Untuk mendukung pemasaran hasil panen, Perum BULOG akan menyerap gabah dan beras petani serta membangun gudang berkapasitas awal 3.000 ton yang dapat ditingkatkan menjadi 5.000 ton di Merauke.

Amran mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama membangun sektor pertanian sebagai fondasi ketahanan pangan sekaligus sumber kesejahteraan masyarakat. 

"Mari kita bekerja keras, berkolaborasi, dan menjadikan bertani sebagai jalan menuju kesejahteraan. Bertani, Sejahtera," kata Mentan. 

Pemerintah memproyeksikan nilai ekonomi kawasan pertanian di Papua Selatan yang saat ini sekitar Rp1,3 triliun dapat meningkat hingga Rp13 triliun per tahun apabila produktivitas mencapai 7 ton per hektare dan indeks pertanaman berhasil ditingkatkan menjadi tiga kali tanam setiap tahun.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

UPDATE

PR Gus Kikin: Pembenahan Sektor Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi

Sabtu, 05 September 2026 | 00:27

Tiga Ayat NU

Sabtu, 05 September 2026 | 00:11

Kapasitas PSEL Dinilai Belum Cukup Imbas Penutupan 343 TPA

Jumat, 04 September 2026 | 23:56

Pendekar 08 Perluas Bantuan ke Sekolah Hingga Pengungsi Mandiri di NTT

Jumat, 04 September 2026 | 23:40

Garudayaksa FC Gandeng Zentara Sambut Super League

Jumat, 04 September 2026 | 23:28

Gerilya Diplomasi: Menjahit Kepentingan Nasional di Panggung Global

Jumat, 04 September 2026 | 23:20

SMK Go Global Jadi Strategi Siapkan Calon PMI Masuk Bursa Kerja Dunia

Jumat, 04 September 2026 | 23:01

Pemuda Nganggur adalah Hasil Salah Kebijakan

Jumat, 04 September 2026 | 22:40

AMPI Siap Gelar Rapimnas 8 September, Ini yang Dibahas

Jumat, 04 September 2026 | 21:40

wondr by BNI Jadi Official Banking Partner IdeaFest 2026

Jumat, 04 September 2026 | 21:25

Selengkapnya