Berita

Ilustrasi Gempa Venezuela (Foto: AI)

Dunia

Hampir 3.000 Orang Tewas, Venezuela Mulai Hentikan Operasi Pencarian Korban Gempa

MINGGU, 05 JULI 2026 | 17:07 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Jumlah korban tewas akibat dua gempa dahsyat yang mengguncang Venezuela pada 24 Juni terus bertambah menjadi 2.954 jiwa. 

Angka resmi terbaru yang dirilis pemerintah pada Minggu, 5 Juli 2026, menunjukkan kenaikan lebih dari 300 korban dibandingkan sehari sebelumnya, menjadikan bencana tersebut sebagai salah satu gempa paling mematikan dalam sejarah Amerika Latin.

Dua gempa berkekuatan magnitudo 7,2 dan 7,5 yang terjadi hanya dalam selang waktu 38 detik itu meluluhlantakkan wilayah pesisir La Guaira, di utara ibu kota Caracas. Ribuan warga kehilangan tempat tinggal, sementara puluhan ribu lainnya masih dinyatakan hilang. 


Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bahkan memperkirakan hingga 50 ribu orang belum dapat dipastikan keberadaannya setelah bencana tersebut.

Memasuki hari ke-10 pascagempa, tim penyelamat internasional mulai menghentikan operasi pencarian korban selamat. Harapan menemukan penyintas semakin menipis seiring berakhirnya masa kritis penyelamatan. 

Dalam sebuah seremoni, Presiden sementara Delcy Rodrigue menyerahkan medali kepada tim penyelamat dari berbagai negara, termasuk anjing-anjing pelacak yang telah diterjunkan dalam operasi kemanusiaan.

"Venezuela sedang mengalami kesedihan mendalam yang mencengkeram rakyat kami, di mana keluarga masih menyimpan harapan untuk menemukan orang-orang terkasih mereka dalam keadaan hidup, orang-orang yang telah kehilangan segalanya,” kata Rodriquez.

Tim penyelamat dari Amerika Serikat dan sejumlah negara Amerika Selatan mulai meninggalkan Venezuela setelah pencarian terakhir tidak lagi menemukan tanda-tanda kehidupan.

Di sisi lain, pemerintah menghadapi kritik dari warga yang menilai respons terhadap bencana berlangsung lambat sehingga banyak keluarga harus menggali reruntuhan secara mandiri sebelum bantuan internasional tiba. 

Namun Rodriguez membela langkah pemerintah dengan menegaskan ribuan personel militer dan aparat telah dikerahkan sejak hari pertama.

Di La Guaira, alat berat mulai merobohkan bangunan yang runtuh total, sementara di beberapa lokasi relawan masih berupaya mengevakuasi jasad korban dari balik puing-puing. 

"Kami masih bekerja, masih mencari jenazah. Kami masih terus berupaya. Ini tidak mudah. Kami menemukan dua jenazah yang sudah diserahkan kepada keluarga mereka," ujar relawan Venezuela, Francisco Sasquia. 

Selain menelan ribuan korban jiwa, PBB memperkirakan gempa tersebut menyebabkan kerugian fisik mencapai 6,7 miliar dolar AS atau sekitar enam persen dari produk domestik bruto (PDB) Venezuela. 

Bandara Internasional Maiquetia yang turut rusak kini baru dibuka sebagian untuk penerbangan bantuan kemanusiaan.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Golkar: Putusan MK soal Gibran jadi Pukulan Telak

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 12:00

UPDATE

Gus Lilur Laporkan Dugaan Jual Beli Suara Muktamar NU ke KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:20

Ledakan Besar Guncang Pasar Cimanggis-Ciputat, 2 Orang Dikabarkan Tewas

Kamis, 15 Oktober 2026 | 00:00

Danantara Minta Maaf dan Ambil Alih PLN Batam Usai Listrik Padam

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:36

Pemerintah Diminta Gencar Sosialisasikan Beasiswa Pendidikan untuk Anak Papua

Rabu, 14 Oktober 2026 | 23:08

Ijazah Keluarga Jokowi itu Terus Melahirkan Masalah Bangsa

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:54

GoTo Gelar RUPSLB, Restui Pembatalan Saham Tresuri dan Perombakan Direksi

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:26

Terdakwa Pemerasan Bangun Paulus Dijemput Paksa di Tempat Hiburan, Alasan Mangkir Sakit

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:17

Kaya Omega-3, Bumi Wijaya Pilih Ikan Sidat untuk Gizidat

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:07

Indonesia-Malaysia Perkuat Kerja Sama Imigrasi, Pencegahan TPPO jadi Perhatian

Rabu, 14 Oktober 2026 | 22:05

Pertamina Patra Niaga Maksimalkan Langkah Pemulihan Layanan BBM di Bali

Rabu, 14 Oktober 2026 | 21:52

Selengkapnya