Berita

Safari politik yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI). (Foto: Dok PSI)

Politik

Jokowiisme Dibangun untuk Saingi Prabowonomics

JUMAT, 03 JULI 2026 | 10:41 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Pengamat politik Selamat Ginting menilai safari politik yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo bersama Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bukan sekadar kunjungan biasa. Menurutnya, langkah tersebut merupakan bagian dari upaya membangun apa yang disebut sebagai "Jokowi Isme".

Menurut Selamat, Jokowi memahami bahwa perhatian publik saat ini banyak tertuju pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, terutama terkait arah kebijakan ekonomi yang mulai dikenal dengan istilah "Prabowonomics". Karena itu, Jokowi dinilai berupaya tetap menjadi pemain utama dalam dinamika politik nasional.

"Di sisi lain dia ingin menjadi pemain kembar juga. Maka dengan safari politik yang Jokowi lakukan bersama PSI, otomatis perhatian media dan publik akan tertuju juga kepada Jokowi," kata Selamat lewat kanal Youtube Abraham Samad, Jumat, 3 Juli 2026.


Ia menilai Jokowi mengambil ruang politik yang belum banyak diisi oleh Prabowo, yakni memperbanyak interaksi langsung dengan masyarakat di dalam negeri.

Selamat juga mengkritik intensitas kunjungan luar negeri Presiden Prabowo. Menurutnya, terlalu sering melakukan lawatan ke luar negeri berpotensi memunculkan persepsi bahwa pemerintah kurang memberi perhatian terhadap persoalan domestik.

"Ceruk itulah yang sekarang diambil oleh Jokowi," ujarnya.

Tak hanya Jokowi, Selamat melihat Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka juga mulai mengisi ruang yang sama dengan rutin melakukan kunjungan ke berbagai daerah.

"Sekarang Gibran rutin berkunjung ke daerah-daerah. Dalam konteks tertentu ini bisa menjadi ancaman politik bagi Prabowo. Karena itu kritik ini harus dijawab oleh Prabowo dengan lebih banyak hadir di dalam negeri, bukan terus-menerus ke luar negeri. Rakyat membutuhkan kehadiran pemimpinnya," katanya.

Lebih jauh, Selamat menilai dinamika tersebut menunjukkan mulai terbentuknya tiga poros politik menjelang kontestasi politik berikutnya. Poros pertama berada di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo, poros kedua dibangun oleh Jokowi dan Gibran, sementara poros ketiga diisi kelompok oposisi.

"Oposisi paling tidak terdiri dari PDIP dan kelompok pendukung Anies Baswedan. Masing-masing sedang membangun poros politiknya agar dianggap kuat," pungkasnya.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

UPDATE

Kapolri Resmi Larang Seluruh Polisi Pakai Vape

Minggu, 01 November 2026 | 21:51

Ketidakpuasan terhadap Kinerja Pemerintah

Minggu, 01 November 2026 | 21:33

Gaduh Penggeledahan Pesantren, Polri Libatkan Propam

Minggu, 01 November 2026 | 20:41

Dua Nasabah Gugat AIA Financial ke PN Jaksel

Minggu, 01 November 2026 | 20:18

Mantra Mahasiswa dan Mengapa Rakyat Sering Kali Dikalahkan?

Minggu, 01 November 2026 | 19:36

KB Bank Syariah Digugat ke Pengadilan

Minggu, 01 November 2026 | 18:39

Pakar Tata Negara Bongkar Efek Putusan MA Terhadap Nasib Gibran

Minggu, 01 November 2026 | 18:15

Cancel Culture RANS-Willie Salim Contoh Kemarahan Publik

Minggu, 01 November 2026 | 17:41

Lulusan Trisakti Didorong Jadi Generasi Inovatif dan Berjiwa Wirausaha

Minggu, 01 November 2026 | 17:23

Elemen Umat Islam Harus Bersatu Perkuat Ekonomi melalui Koperasi

Minggu, 01 November 2026 | 17:00

Selengkapnya