Berita

Tim nasional Belgia sukses menumbangkan Senegal dengan skor 3-2 secara dramatis pada babak 32 besar Piala Dunia 2026. (Foto: Istimewa)

Publika

Belgia Nyaris Pulang, Comeback Paling Dramatis di Piala Dunia 2026

JUMAT, 03 JULI 2026 | 00:15 WIB | OLEH: AGUNG NUGROHO*

BELGIA dikenal sebagai negeri cokelat, kentang goreng (frites), dan bir. 

Namun dalam sejarah dunia, nama negara kecil di jantung Eropa itu juga lekat dengan kolonialismenya di Kongo, salah satu episode paling kelam dalam sejarah imperialisme modern yang hingga kini terus dikaji karena eksploitasi ekonomi dan pelanggaran kemanusiaan. 

Sementara itu, Senegal bukan hanya dikenal sebagai gudang pesepak bola bertalenta, tetapi juga pernah menjadi pusat pemerintahan kolonial Prancis di Afrika Barat. 


Dakar bahkan menjadi ibu kota Afrique-Occidentale Française (Afrika Barat Prancis), wilayah administratif yang membawahi delapan koloni Prancis. 

Kini, setelah lembaran kolonialisme menjadi bagian dari sejarah, kedua negara bertemu di panggung yang jauh lebih damai: babak 32 besar Piala Dunia 2026. Yang diperebutkan bukan lagi pengaruh politik atau wilayah, melainkan satu tiket menuju babak 16 besar.

Di atas rumput Lumen Field, Seattle, sejarah tentu tidak ikut menendang bola. Namun ironi seolah tetap hadir. 

Senegal memegang keunggulan skor hingga menit ke-86 dan tampil lebih efektif sepanjang sebagian besar pertandingan. 

Akan tetapi, sepak bola jarang memberi hadiah kepada tim yang sekadar unggul lebih dulu. Ia lebih sering berpihak kepada tim yang mampu bertahan hingga peluit terakhir. Dan kali ini, Belgia berhasil menulis halaman terakhir cerita.

Sejak peluit pertama dibunyikan, justru Senegal yang tampil lebih meyakinkan. Singa Teranga bermain agresif, memenangkan banyak duel, dan berkali-kali membuat lini belakang Belgia kelabakan. 

Belgia lebih banyak dipaksa bereaksi ketimbang mengendalikan permainan. Kalau ada penonton yang baru menyalakan televisi pada menit ke-30, mungkin mereka mengira Senegal-lah yang datang dengan status favorit.

Keunggulan Senegal akhirnya lahir pada menit ke-25 lewat Habib Diarra. Gol itu bukan sekadar membuka skor, tetapi juga membuat rasa percaya diri Senegal melambung tinggi. 

Para pendukungnya mulai berani membayangkan tiket babak 16 besar. Masalahnya, Piala Dunia berkali-kali membuktikan bahwa mimpi yang datang terlalu cepat kadang juga pergi paling cepat.

Awal babak kedua menjadi mimpi indah bagi wakil Afrika itu. Menit ke-51, Ismaila Sarr sukses menggandakan keunggulan menjadi 2-0. 

Belgia mulai terlihat kehabisan ide, sedangkan Senegal bermain semakin tenang. Hampir setiap serangan mereka berhasil membuat tekanan darah pendukung Belgia naik beberapa angka.

Melihat timnya kesulitan membongkar pertahanan lawan, pelatih Belgia memasukkan Romelu Lukaku sejak awal babak kedua. 

Pergantian itu tidak langsung membuahkan hasil, tetapi perlahan mengubah ritme serangan Belgia hingga tekanan mereka semakin sulit dibendung.

Hasilnya baru benar-benar terasa saat pertandingan memasuki menit ke-86. Lukaku berhasil memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1 dan membangkitkan kembali harapan Belgia. 

Gol itu seperti menyuntikkan energi baru. Permainan Belgia mendadak hidup, sementara bagi Senegal, lima menit terakhir waktu normal terasa jauh lebih panjang daripada 85 menit sebelumnya.

Belum sempat rasa panik itu reda, Youri Tielemans mencetak gol penyeimbang pada menit ke-89. Dalam hitungan menit, keunggulan dua gol Senegal lenyap begitu saja. 

Yang semula tampak seperti jalan mulus menuju babak 16 besar, mendadak berubah menjadi tanjakan terjal yang harus didaki lagi dari awal.

Skor 2-2 memaksa pertandingan berlanjut ke babak tambahan. Senegal bertahan habis-habisan demi membawa laga ke adu penalti. Belgia terus menggempur. 

Ketika banyak penonton mulai menebak-nebak siapa yang akan menjadi pahlawan di babak adu penalti, drama justru datang lebih cepat.

Setelah meninjau tayangan ulang melalui VAR, wasit menunjuk titik penalti untuk Belgia. Keputusan itu memicu protes keras dari para pemain Senegal. Namun, seperti biasa, setelah keputusan VAR diambil, yang bisa berubah biasanya hanya ekspresi para pemain.

Youri Tielemans maju sebagai algojo. Dengan ketenangan yang kontras dengan jantung jutaan pendukung Belgia, ia mengirim bola ke gawang dan memastikan kemenangan dramatis 3-2. Belgia pun melangkah ke babak 16 besar lewat salah satu comeback paling dramatis di fase gugur Piala Dunia 2026.

Sepak bola kembali membuktikan bahwa sejarah memang hanya milik masa lalu, tetapi drama selalu milik pertandingan yang belum berakhir. 

Senegal mungkin menguasai sebagian besar isi pertandingan. Namun Belgia menguasai satu halaman yang paling penting: halaman terakhir. 

Dan seperti buku yang baik, orang akan selalu mengingat bagaimana cerita itu berakhir, bukan sekadar bagaimana ia dimulai.

*Pemain Bola Kampung

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya