Berita

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri dan Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

Pertamina dan Pupuk Indonesia Perkuat Ketahanan Energi dan Pangan Nasional

KAMIS, 02 JULI 2026 | 14:04 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina (Persero) dan PT Pupuk Indonesia (Persero) meneken nota kesepahaman (MoU) berbagai peluang kolaborasi strategis untuk memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendukung keberlanjutan pasokan bahan baku bagi industri pupuk untuk pangan nasional.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menegaskan, sinergi ini merupakan komitmen nyata kedua BUMN dalam mengejawantahkan visi Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam membangun kemandirian bangsa.

“Tidak ada bangsa yang benar-benar berdaulat tanpa energi. Dan tidak ada bangsa yang benar-benar kuat tanpa pangan. Karena itu, sinergi Pertamina dan Pupuk Indonesia merupakan dua fondasi utama kedaulatan Indonesia, yakni energi dan pangan,” tegas Simon dalam keterangan tertulisnya, Kamis, 2 Juli 2026.


Simon memaparkan, Pertamina saat ini tengah menjalankan transformasi lewat dual growth strategy. Di satu sisi memperkuat bisnis inti demi menjaga pasokan energi nasional, di sisi lain gencar membangun bisnis rendah karbon menuju net zero emission.

Sementara itu, Pupuk Indonesia memegang peran vital dalam menjaga produktivitas pertanian serta memperkuat struktur industri petrokimia tanah air.

“Ketika dua kekuatan ini dipadukan, saya percaya kita tidak hanya menciptakan efisiensi. Kita membangun sebuah ekosistem strategis yang memperkuat fondasi industri dan ekonomi bangsa Indonesia,” jelas Simon.

Senada dengan Simon, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero), Rahmad Pribadi menyatakan, Indonesia membutuhkan sektor energi yang kokoh untuk menggerakkan industri, serta industri yang kuat demi menopang pangan dan pertumbuhan ekonomi.

“Pertamina dan Pupuk Indonesia mengemban mandat yang saling melengkapi. Yang kita bangun bukan sekadar hubungan antarperusahaan, melainkan kemitraan yang memperkuat ekosistem industri nasional dan meningkatkan daya saing,” kata Rahmad.

Rahmad optimistis, perkawinan kompetensi Pertamina di sektor energi dengan pengalaman panjang Pupuk Indonesia di bidang petrokimia akan menghasilkan nilai tambah (value added) yang jauh lebih besar bagi negara.

"Sinergi antara Pertamina dan Pupuk Indonesia merupakan langkah penting untuk mengintegrasikan kekuatan kedua perusahaan dalam menjawab tantangan sekaligus menangkap peluang pertumbuhan di masa depan,” pungkas Rahmad.

Lewat MoU ini, kedua perusahaan pelat merah tersebut akan mengeksplorasi pemanfaatan aset strategis, mendorong hilirisasi, serta mengerek nilai tambah sumber daya alam domestik agar mampu bersaing di kancah global.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya