Berita

Suci Nitia Edward selaku istri siri Bupati Kuantan Singingi (Kuansing) Suhardiman Amby. (Foto: Istimewa)

Publika

Mengenal Suci Nitia Edward, Istri Siri Bupati Kuansing yang Ikut Ditangkap KPK

KAMIS, 02 JULI 2026 | 05:41 WIB

KITA lanjutkan gerombolan Bupati Kuansing, Riau yang ditangkap KPK. Dari 10 orang yang dikandangin, salah satunya Suci Nitia Edward. Mungkin istri sah sang bupati, Hj. Yulia Herman tersenyum melihat duri dalam daging rumah tangganya ikut ditangkap.

Suci Nitia Edward, atau SC. Dulu hanya tenaga honorer di Sekretariat DPRD Provinsi Riau pada 2017. Penempatannya di Fraksi Hanura. 

Kebetulan? Nah, di fraksi yang sama ada Suhardiman Amby, politisi yang kemudian menjadi Bupati Kuansing. 


Dari tumpukan berkas lahirlah tumpukan rasa. Dari urusan administrasi berubah menjadi urusan hati. Kalau pacu jalur butuh satu tekong, kisah ini justru punya terlalu banyak pendayung sampai perahunya oleng.

Hubungan mereka kemudian berujung pada pernikahan siri yang tidak tercatat di KUA dan tanpa persetujuan istri pertama. 

Tahun 2018, kisah itu sempat memanas ketika Hj. Yulia Herman mendatangi rumah Suci. Drama rumah tangga yang awalnya hanya jadi bahan bisik-bisik tetangga perlahan naik kasta menjadi legenda lokal. Tinggal kurang soundtrack sedih dan kamera zoom tiga kali.

Setelah itu, SC memilih hidup jauh dari sorotan. Ia tinggal di kediaman pribadi sang bupati di Desa Pulau Panjang Hulu, Kecamatan Inuman. 

Dalam acara resmi pemerintahan, yang mendampingi tetap istri pertama. SC lebih banyak berada di balik layar. 

Namun, menurut informasi dalam perkara yang kini ditangani penyidik, ia disebut sebagai sosok yang dipercaya membantu komunikasi dengan kontraktor dan proyek-proyek penting. 

Benar-benar paket "low profile, high influence". Jabatan boleh tidak ada di struktur organisasi, tapi kalau teleponnya diangkat semua orang, itu namanya sinyalnya lima bar.

Lalu datanglah malam yang mengubah semuanya.

KPK menggelar operasi tangkap tangan dengan kecepatan yang bikin kurir instan minder. SC ikut diamankan bersama 10 orang lainnya dan dibawa ke Gedung Merah Putih untuk menjalani pemeriksaan terkait dugaan aliran dana dalam kasus suap dan jual-beli jabatan. 

Sebelumnya, Bupati dan Sekda sempat tidak berada di lokasi sebelum akhirnya menyerahkan diri pada malam hari. Lengkap sudah dramanya. Tinggal tunggu kredit penutup.

Perjalanan hidup SC memang luar biasa. Dari honorer, menjadi istri siri seorang bupati, lalu mendadak menjadi perhatian nasional karena ikut terseret dalam OTT KPK. Kariernya melesat vertikal, sayangnya bukan ke panggung penghargaan, melainkan ke ruang pemeriksaan. Beginilah kalau jalan hidup memakai GPS versi plot twist.

Yang bikin rakyat geleng-geleng kepala bukan sekadar kisah cintanya, melainkan dugaan korupsinya. Lagi-lagi uang rakyat diduga menjadi korban. Lagi-lagi jabatan diduga berubah menjadi komoditas. 

Kuansing seperti sedang kena kutukan. Bupati berganti, cerita hebohnya tetap langganan. Pacu jalur semangatnya mendayung ke depan, sementara sebagian elite malah sibuk mendayung perahu kepentingannya sendiri.

Namun perlu diingat, semua pihak yang diperiksa tetap berhak atas asas praduga tak bersalah sampai ada putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap. Biarlah pengadilan yang menentukan siapa bersalah dan siapa tidak.

Sementara rakyat? Mereka cuma berharap satu. Cukuplah jalan berlubang, jangan lagi integritas pemerintahan ikut berlubang. 

Sebab kalau amanah terus dijadikan proyek keluarga, jangan heran kalau setiap musim politik, yang panen bukan padi, melainkan operasi tangkap tangan. Kuansing pantas dikenal karena pacu jalurnya, bukan karena antrean pejabatnya menuju ruang pemeriksaan KPK.

Rosadi Jamani
Ketua Satupena Kalbar

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Pelindo Dukung Konsolidasi Logistik BUMN Perkuat Integrasi Rantai Pasok Nasional

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:16

Indonesia Harus Tegas Tolak LGBT!

Kamis, 02 Juli 2026 | 00:08

Catatan HUT ke-80 Polri

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:40

Bobby Nasution Pulangkan Kontingen Pesparawi Sumut dari Manokwari dengan Biaya Talangan

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:20

Ekodiplomasi di antara Geopolitik dan Kedaulatan Konservasi Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:01

Danantara Sedang Membersihkan Warisan Lama BUMN

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Hibah KNPI Kabupaten Bogor Menuai Polemik di Tengah Konflik Internal

Rabu, 01 Juli 2026 | 23:00

Ketua MPR Bicara Islam Toleran dan Persatuan saat Bertemu Grand Mufti Uzbekistan

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:55

Papua Harus Dibangun Tanpa Kehilangan Manusianya

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:45

DPR Minta Transparansi Rencana Pengadaan Rudal BrahMos

Rabu, 01 Juli 2026 | 22:44

Selengkapnya