Berita

Striker Prancis Kylian Mbappé mencetak dua gol dalam laga kontra Timnas Swedia di Stadion New York New Jersey. (Foto: Istimewa)

Publika

Dari Viking ke Napoleon: Kali Ini Prancis Lagi yang Menulis Sejarah

KAMIS, 02 JULI 2026 | 00:31 WIB | OLEH: AGUNG NUGROHO*

KALAU membuka buku sejarah Eropa, Prancis dan Swedia sama-sama bukan bangsa sembarangan. 

Swedia pernah melahirkan para Viking yang disegani dan kemudian menjelma menjadi salah satu kekuatan besar Eropa Utara pada abad ke-17 di bawah Raja Gustavus Adolphus. 

Sementara Prancis punya sejarah panjang sebagai pusat peradaban, seni, hingga kekuatan militer yang melahirkan tokoh legendaris seperti Napoleon Bonaparte.


Ratusan tahun kemudian, keduanya memang tidak lagi bertemu di medan perang. Pertemuan mereka kini jauh lebih damai: di lapangan hijau Piala Dunia 2026. 

Namun hasilnya tetap menunjukkan satu hal, malam itu Prancis kembali berhasil menaklukkan Swedia. Bedanya, bukan dengan meriam atau pasukan berkuda, melainkan lewat kaki-kaki lincah Kylian Mbappé dan kolega.

Sejak peluit pertama dibunyikan, Les Bleus langsung mengambil alih komando pertandingan. 

Bola lebih banyak berputar di kaki para pemain Prancis, sedangkan Swedia dipaksa bekerja lembur mengejar ke sana kemari. Kalau bola bisa bicara, mungkin sudah lebih dulu minta paspor Prancis.

Ousmane Dembélé dan Michael Olise bergantian mengacak-acak pertahanan lawan. Bek-bek Swedia dibuat sibuk menutup ruang, tetapi setiap ruang yang ditutup selalu muncul celah baru. Benar-benar seperti menutup satu lubang, muncul dua lubang lagi.

Swedia sebenarnya bertahan cukup disiplin. Mereka sukses membuat Prancis frustrasi hampir sepanjang babak pertama. Namun ada satu masalah besar: di kubu lawan ada pemain bernama Kylian Mbappé.

Tepat pada menit ke-45, Dembélé mengirim umpan matang yang langsung disambar Mbappé menjadi gol pembuka. 

Ruang ganti Swedia pun mendadak terasa lebih hening daripada perpustakaan saat musim liburan.

Babak kedua baru berjalan delapan menit, Michael Olise kembali menunjukkan sentuhan emasnya. 

Umpan akuratnya diselesaikan Bradley Barcola menjadi gol kedua. Skor berubah menjadi 2-0 dan wajah para pemain Swedia mulai memperlihatkan satu pertanyaan yang sama: "Masih lama, ya?"

Swedia mencoba bangkit melalui Alexander Isak dan Viktor Gyökeres. Sayangnya, William Saliba dan Dayot Upamecano seperti memasang pagar tinggi di depan Mike Maignan. Hampir semua serangan berhasil dipatahkan sebelum benar-benar berbahaya.

Menit ke-74, hukuman terakhir datang. Lagi-lagi Olise menjadi kreator, lagi-lagi Mbappé menjadi penyelesai. Gol kedua sang kapten memastikan kemenangan telak 3-0 sekaligus mengantar Prancis melaju ke babak 16 besar.

Mbappé memang pantas menjadi bintang utama. Namun dua assist Michael Olise juga layak mendapat sorotan. Kalau Mbappé adalah eksekutornya, Olise adalah "arsitek" yang menggambar semua jalan menuju gawang Swedia.

Kini Prancis bersiap menghadapi Paraguay di babak berikutnya. Sementara Swedia harus mengakhiri petualangannya di Piala Dunia 2026. 

Sejarah memang tidak selalu berulang, tetapi malam itu ada satu kesamaan dengan masa lalu: ketika Prancis sedang berada di puncak performa, lawan mana pun harus bekerja ekstra keras untuk menghentikannya.

*Pemain bola kampung

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya