Presiden Prabowo Subianto (Foto: Youtube Sekretariat Presiden)
Presiden Prabowo Subianto menitipkan lima pesan penting kepada seluruh jajaran Polri saat memimpin Upacara HUT Bhayangkara ke-80 di Satuan Latihan (Satlat) Brimob Polri, Cikeas, Bogor, Rabu, 1 Juli 2026.
Pesan pertama yang disampaikan Presiden Prabowo adalah agar seluruh jajaran Polri senantiasa menjaga kepercayaan rakyat. Menurutnya, kepercayaan publik merupakan modal sekaligus senjata terkuat yang dimiliki setiap anggota kepolisian dalam menjalankan tugas.
Pesan kedua, Prabowo meminta Polri terus hadir dan semakin dekat dengan masyarakat. Ia menegaskan, setiap anggota Bhayangkara harus menjadi pelindung dan pengayom yang selalu hadir ketika rakyat membutuhkan.
"Datanglah ketika rakyat membutuhkan. dengarkan rakyat layani rakyat lindungi rakyat jangan justru menyusahkan rakyat ingat gaji kita sebagai alat negara adalah dari rakyat semua perlengkapan kita dari rakyat karena itu kita harus benar-benar menjaga dan melindungi rakyat kita," ujar Prabowo dihadapan ribuan personel Polri.
Ketiga, Prabowo meminta seluruh anggota Polri menegakkan hukum secara adil, tanpa rasa takut terhadap tekanan dari pihak mana pun.
"Beranilah melindungi yang lemah. Jangan pernah takut kepada siapapun. Kita hanya takut kepada Tuhan yang Maha Esa," tegasnya.
Pada pesan keempat, Presiden menekankan pentingnya peningkatan kualitas sumber daya manusia Polri. Ia meminta seluruh personel membekali diri dengan penguasaan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kecerdasan buatan agar mampu menghadapi perkembangan kejahatan yang semakin kompleks.
Pesan kelima yang disampaikan Presiden adalah pentingnya memperkuat sinergi antarlembaga dan seluruh elemen bangsa.
Prabowo menegaskan, Polri tidak dapat bekerja sendiri dalam menjaga keamanan nasional sehingga kolaborasi dengan TNI, pemerintah, tokoh masyarakat, akademisi, media, hingga berbagai kelompok profesi harus terus diperkuat.
"Polri tidak bisa bekerja sendiri. Harus selalu bersama institusi lain. Bersama TNI. Bersama pemerintah. Bersama semua institusi pemerintah. Bersama tokoh masyarakat. Bersama ulama. Bersama akademisi. Bersama media. Bersama pengusaha. Bersama petani, nelayan, dan buruh Bersama seluruh rakyat Indonesia," ujarnya.
Terakhir, Prabowo berpesan agar seluruh insan Bhayangkara untuk terus berbenah dan membangun institusi yang rendah hati serta terbuka terhadap perubahan.
“Keenam, jangan pernah berhenti memperbaiki diri. Jangan sombong. Semakin berisi, semakin menunduk. Rendah hati tidak berarti rendah diri. Justru mereka yang kuat akan semakin sopan dan semakin berperilaku baik. Institusi yang besar adalah institusi yang mau mendengar. Institusi yang kuat adalah institusi yang berani berubah. Institusi yang dicintai oleh rakyat adalah institusi yang selalu rendah hati,” pungkas Presiden.