Berita

Direktur Center For Budget Analysis (CBA) Uchok Sky Khadafi. (Foto: Istimewa)

Politik

KPK Sakit Jiwa

KAMIS, 25 JUNI 2026 | 15:08 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Keputusan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menuntut tiga tahun penjara bos PT Blueray Cargo, John Field, dalam perkara suap pengurusan impor mendapat kritik dari banyak kalangan.

Salah seorang yang menyampaikan kritik adalah pegiat antikorupai Uchok S. Khadafi.

Direktur Center For Budget Analysis (CBA) itu selama ini kerap menyorot kinerja dan integritas KPK.


"KPK sakit jiwa. Merusak rasa keadilan," ujarnya.

"Eko Suwanto mencuri Rp125 ribu dari kotak amal kebersihan makam di Ngawi dituntut 4 tahun 6 bulan penjara. Hendriawan di Serang mencuri satu unit sepeda motor dituntut 4 tahun penjara. M Ajiamri juga di Serang menggelapkan motor dinas TNI lalu menjualnya Rp900 ribu dituntut 4 tahun penjara," sambungnya.

Padahal, Uchok membandingkan, Jaksa KPK dengan terang menyebut total uang suap yang diberikan John Field untuk pengurusan importasi barang sebanyak Rp91 miliar, dimana sekitar Rp61 miliar diantaranya berhasil disita penyidik dari para penerima suap.

Selain itu, perkara suap Blueray melibatkan banyak pihak termasuk aparat penegak hukum (APH). 

"Bukankah ada saksi yang menyebut total uang yang diserahkan Blueray Rp197 miliar? Biru, coklat, dan coklat tua masuk list penerima suap? Patut diduga KPK sakit jiwa karena menukar tuntutan ringan John Filed dengan pengaburan keterlibatan mereka," sambung Uchok S. Khadafi kepada RMOL siang ini, Kamis 25 Juni 2026.

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya