Berita

Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin. (Foto: Istimewa)

Politik

Penghapusan Latsarmil Calon Manajer Kopdes Hemat Triliunan

RABU, 01 JULI 2026 | 05:21 WIB | LAPORAN: BONFILIO MAHENDRA

Pemerintah bisa menghemat anggaran triliunan rupiah bila komponen latihan dasar kemiliteran (latsarmil) bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP) dihapus.

Demikian disampaikan Anggota Komisi I DPR Fraksi PDI Perjuangan, Mayjen TNI (Purn) Tubagus Hasanuddin dalam keterangan resmi, Selasa 30 Juni 2026.

Hasanuddin mengungkapkan bahwa biaya latsarmil calon manajer Kopdes mencapai Rp30 juta per orang. 


Menurut Hasanuddin, jumlah itu menelan porsi terbesar dari keseluruhan anggaran pelatihan sebesar Rp45 juta. Sebab, hanya Rp15 juta yang dialokasikan untuk substansi pelatihan selama 15 hari.

"Skema pelatihan selama 45 hari terdiri atas 30 hari latihan militer dan 15 hari pembelajaran substansi koperasi perlu dievaluasi," kata Hasanuddin, dikutip Rabu 1 Juli 2026.

Sebab, kata Hasanuddin, porsi terbesar anggaran justru digunakan untuk kegiatan yang tidak berkaitan langsung dengan tugas manajer koperasi.

"Artinya, apabila latihan militer dihilangkan, negara dapat menghemat sekitar Rp30 juta atau sekitar dua pertiga dari total biaya pelatihan setiap peserta," kata Hasanuddin.

Bila skema tersebut tidak diterapkan kepada seluruh peserta secara nasional, Hasanuddin memperkirakan potensi penghematan anggaran negara dapat mencapai triliunan rupiah.

Gelombang pertama pelatihan akan digelar 17 Juni-31 Juli 2026, diikuti oleh 35.476 peserta, yang terdiri dari 30 ribu calon pengelola Koperasi Desa Merah Putih dan 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih.

Secara terpisah, Karo Infohan Setjen Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait mengatakan, Kemhan sudah mengubah latsarmil menjadi konsep Latihan Pembekalan Bela Negara dan Manajerial.

“Kemhan melakukan penyesuaian pendekatan kegiatan,” kata Rico.

Rico menegaskan, dengan penyesuaian konsep pelatihan, maka kegiatan bersifat taktis dan semi militer dikurangi, serta diganti dengan program untuk memperkuat pembentukan karakter para peserta.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

Menhan Sjafrie-Dubes Maroko Bahas Penguatan Kerja Sama Pertahanan Indonesia

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:11

Kompensasi Uang Bau TPST Bantar Gebang Molor

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:01

DJP: Sistem Sudah Siap Pungut Pajak Pedagang Online Mulai 1 Juli

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:25

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:12

CBA Ancam Laporkan KPK ke Dewas soal Suap Impor Bea Cukai

Rabu, 01 Juli 2026 | 03:00

Der Panzer Rontok, Bangsa yang Pernah Hampir Punah Justru Melaju

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:34

Erling Haaland Bawa Norwegia Tantang Brasil

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:22

Ini Alasan Upacara Hari Bhayangkara Digelar di Satlat Brimob Polri Cikeas

Rabu, 01 Juli 2026 | 02:00

Sanksi Partai Tak Bisa Gantikan Proses Hukum Kasus Dokter Icha

Rabu, 01 Juli 2026 | 01:41

Selengkapnya