Berita

Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda DPP GMNI, Refi Achmad Zuhair. (Foto: Istimewa)

Politik

GMNI Dorong Efisiensi APBN Berorientasi Kesejahteraan

RABU, 01 JULI 2026 | 03:12 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Efisiensi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) yang belakangan gencar disuarakan pemerintah dan parlemen, seharusnya berorientasi kesejahteraan manusia.

Demikian dikatakan Ketua Bidang Agitasi dan Propaganda DPP GMNI, Refi Achmad Zuhair merespons Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) yang mengeklaim keberhasilan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto menyelamatkan anggaran negara hingga Rp300 triliun. 

Menurutnya, indikator keberhasilan fiskal dan manajemen anggaran tidak boleh terjebak pada kalkulasi akuntansi yang kaku.


"Efisiensi jangan sampai dimaknai sebagai sekadar pengurangan belanja negara, melainkan sebagai upaya meningkatkan kualitas belanja publik," ujar Refi kepada RMOL, Selasa 30 Juni 2026.

"Anggaran negara harus diarahkan pada program yang menghasilkan dampak nyata bagi masyarakat bawah," sambungnya.

Selain itu, Refi menilai, DPR yang baru saja menyepakati empat langkah efisiensi program Makan Bergizi Gratis (MBG) oleh Badan Gizi Nasional (BGN), dan diproyeksikan mampu menghemat APBN hingga mencapai Rp40 triliun melalui evaluasi jumlah penerima manfaat hingga pengurangan hari penyaluran, masih terkesan administratif.

Selain itu, Refi menyinggung pernyataan Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung yang memastikan kondisi fiskal Indonesia hingga Juni 2026 berada dalam status terjaga, dengan angka defisit per Mei 2026 tercatat aman sebesar 0,7 persen dari PDB dan diproyeksikan tetap di bawah batas aman 3 persen hingga akhir tahun.

Refi berpandangan, anggapan keberhasilan menghemat ratusan triliun rupiah maupun kepatuhan menjaga defisit anggaran di bawah 3 persen akan kehilangan maknanya, apabila hak-hak dasar rakyat kecil justru terabaikan akibat pemotongan atau pengurangan intensitas program bantuan.

"Jadi ukuran keberhasilan fiskal kita bukan sekadar bisa hemat triliunan rupiah. Tolok ukur utamanya adalah ada jaminan murni tidak ada lagi kelaparan di negeri ini, dan ada jaminan manusia bisa tidur nyenyak," tutup Refi.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya