Berita

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene. (Foto: RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Politik

DPR Minta Negara Perketat Pengawasan Jalur PMI Ilegal

SELASA, 30 JUNI 2026 | 21:41 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Masih tingginya jumlah pekerja migran Indonesia (PMI) yang berangkat melalui jalur ilegal dinilai menunjukkan lemahnya sistem penempatan tenaga kerja ke luar negeri. 

Pemerintah didorong memperluas jalur resmi sekaligus memperkuat perlindungan bagi pekerja migran, mulai dari keberangkatan hingga kembali ke Indonesia.

Ketua Komisi IX DPR RI Felly Estelita Runtuwene menegaskan negara tidak boleh abai terhadap pekerja migran yang menghadapi persoalan di luar negeri, termasuk mereka yang berangkat secara nonprosedural.


"Kalau bicara perlindungan, ini sudah menjadi kewajiban negara untuk hadir, baik mereka legal maupun ilegal ketika sudah terjadi persoalan," kata Felly kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 30 Juni 2026. 

Menurut Felly, banyaknya pekerja migran ilegal menjadi tanda masih adanya persoalan dalam mekanisme penempatan tenaga kerja. Ia mencontohkan banyak warga Indonesia yang bekerja di Amerika Serikat secara nonprosedural justru mendapat bantuan dari sesama WNI.

"Kalau orang-orang seperti itu bisa hadir membantu mereka, lalu di mana negara? Apa sebenarnya persoalan yang menyebabkan begitu banyak pekerja migran berangkat secara ilegal?" ujarnya.

Felly juga menyoroti belum masuknya negara tujuan utama seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Belanda dalam skema penempatan antarpemerintah (G-to-G). Menurutnya, pemerintah perlu memperluas kerja sama agar lebih banyak pekerja migran dapat berangkat melalui jalur resmi dan memperoleh perlindungan yang memadai.

Selain persoalan penempatan, Felly meminta pemerintah tidak mengabaikan pekerja migran yang telah menyelesaikan kontraknya. Ia mengusulkan penguatan program pemberdayaan melalui pelatihan keterampilan, akses Kredit Usaha Rakyat (KUR), hingga pendampingan pembentukan UMKM.

"Ketika mereka pulang, mereka tetap harus terlindungi. Bukan hanya dirinya, tetapi juga keluarganya agar memiliki keberlanjutan ekonomi," tutupnya.


Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

UPDATE

Digelar di Ambon, Muktamar XIV KAMMI Usung Semangat Ale Rasa, Beta Rasa

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:29

KPU Perlu Keluarkan Surat Gibran Tidak Memenuhi Syarat Wapres

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 16:13

Gumarang Soroti Perubahan Sikap Rocky Gerung Setelah Masuk Lingkaran Istana

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:48

10 Saham Paling Tertekan saat IHSG Anjlok 7 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:16

OJK Serahkan Lagi Hasil Penelusuran Aset DSI, Bareskrim Sudah Sita Rp432 Miliar

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 15:04

Eksekusi Suntik Mati Gagal, Christa Pike Akui Alami Trauma dan Rasa Sakit

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:52

Harga Bitcoin Tertekan Setelah Binance Dibobol Hacker

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:44

Pendiri Ayam Goreng Suharti Tutup Usia, Merintis Bisnis Sejak 1956

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:30

Intel Babak Belur, Saham Anjlok 29 Persen

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:19

Kemlu Dalami Informasi WNI Tewas Saat Dinas Militer di Rusia Lewat KBRI Moskow

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 14:05

Selengkapnya