Berita

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi (tengah), dalam diskusi publik bertajuk Suap Blueray Cargo: KPK Jerat Tentara, Coklat Muda dan Coklat Tua Dilindungi? di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juni 2026 (Foto: RMOL/Abdul Rouf)

Politik

KPK Dianggap Tutup Fakta Keterlibatan Kode Cokelat di Kasus Suap Bea Cukai

SELASA, 30 JUNI 2026 | 20:42 WIB | LAPORAN: ABDUL ROUF ADE SEGUN

Direktur Eksekutif Center for Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi, mencurigai Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) belum mengungkap secara utuh dugaan keterlibatan oknum yang disebut sebagai “cokelat muda” dan “cokelat tua” dalam perkara dugaan suap impor yang menyeret bos Blueray Cargo, John Field. 

Hal itu diungkapkan Uchok dalam diskusi publik bertajuk 'Suap Blueray Cargo: KPK Jerat Tentara, Coklat Muda dan Coklat Tua Dilindungi?' di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa, 30 Juni 2026.

Menurut Uchok kecurigaan itu muncul setelah Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK hanya menuntut John Field dengan pidana tiga tahun penjara. Tuntutan tersebut tidak sejalan dengan fakta-fakta yang tertuang dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) maupun yang terungkap selama persidangan.


“Kalau melihat Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diajukan ke persidangan, sebetulnya hukuman itu harus lebih berat. Fakta-fakta sidang menunjukkan John seharusnya dihukum lebih berat,” kata Uchok.

Ia menilai rendahnya tuntutan memunculkan pertanyaan publik karena hingga kini sejumlah nama yang diduga berkaitan dengan aliran dana belum juga diungkap oleh penyidik KPK.

“Saya curiga ada jaksa, ada polisi yang sampai sekarang belum diungkap KPK,” ujarnya.

Uchok bahkan menduga tuntutan ringan terhadap John Field merupakan bagian dari upaya agar terdakwa tidak membuka lebih jauh dugaan keterlibatan pihak lain dalam perkara tersebut.

“Saya masih curiga ada bargaining antara KPK dengan pihak tersangka supaya John jangan mengungkap-ungkap ini. Beberapa BAP kelihatannya disamarkan. Ada oknum yang disembunyikan,” tegasnya.

Ia juga menyoroti isi BAP yang memuat dugaan penyerahan uang ke lingkungan Mabes Polri maupun Polda Metro Jaya. Namun, menurutnya, informasi tersebut hingga kini belum berkembang dalam proses penyidikan. 

“Di BAP sudah ada cerita geser ke Mabes, kemudian ke Polda Metro. Tapi oknum-oknum itu tidak pernah dibuka. Itu yang saya pertanyakan,” ucap Uchok.

Karena itu, CBA mendesak KPK memperluas penyidikan dengan memanggil sekitar 20 perusahaan forwarder yang diduga berkaitan dengan praktik pengondisian impor. Bila hal itu tidak dilakukan, CBA memastikan akan melaporkan proses penyidikan tersebut kepada Dewan Pengawas KPK.

“Kalau KPK tidak mau memanggil para forwarder itu, kami akan melapor ke Dewan Pengawas supaya penyidik dan pimpinan KPK dipanggil. Itu akan segera kami lakukan,” pungkas Uchok.


Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Seriuskah Kemdiktisaintek Menjaga Mutu Pendidikan Tinggi

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:22

Anggota Dewan Etik Golkar Diduga Terlibat Dugaan Penipuan Miliaran

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:11

Membangun Kemandirian Energi Desa Melalui Penguatan Kapasitas Local Hero

Selasa, 11 Agustus 2026 | 00:05

Pertamina Perkuat Kemitraan Strategis Lewat SRM Summit 2026

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:31

Kerja Sama KSPSI-UT Perluas Kesempatan Pekerja Raih Pendidikan Tinggi

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:17

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

PTPN IV PalmCo Fasilitasi APRC 2026, Perputaran Ekonomi Masyarakat Meningkat

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:58

Isu Wamenhan Baru Jangan Terjebak Kepentingan Bisnis dan Korporasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:55

Paroki Kraksaan Menanti Kejelasan

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:32

Pramono-Erick Thohir Godok Persiapan FIFA ASEAN Cup di Jakarta

Senin, 10 Agustus 2026 | 22:24

Selengkapnya