Berita

Subholding Upstream Pertamina, PT Pertamina Hulu Energi. (Foto: Dok. Pertamina)

Bisnis

19 Tahun PHE, Migas Nasional Tetap Tumbuh di Tengah Ancaman Natural Decline

SELASA, 30 JUNI 2026 | 16:16 WIB | LAPORAN: DIKI TRIANTO

PT Pertamina Hulu Energi (PHE) menegaskan komitmen memperkuat ketahanan energi nasional dengan menjaga pertumbuhan produksi migas di tengah tantangan penurunan alamiah lapangan minyak dan gas.

Memasuki usia ke-19 tahun, Subholding Upstream Pertamina itu mengandalkan pengembangan lapangan secara masif, eksplorasi berkelanjutan, serta penerapan teknologi untuk mempertahankan kinerja produksi.

"Selama 19 tahun, PHE terus memperkuat peran sebagai tulang punggung produksi migas nasional. Di tengah tantangan natural decline yang semakin tinggi, kami mampu menjaga pertumbuhan produksi melalui pengembangan lapangan secara agresif, penerapan teknologi, eksplorasi yang berkelanjutan, serta pengelolaan operasi yang unggul," ujar Corporate Secretary PT Pertamina Hulu Energi, Hermansyah Y Nasroen, Selasa, 30 Juni 2026.


Saat ini PHE berkontribusi sekitar 65 persen terhadap produksi minyak nasional dan 37 persen produksi gas nasional. Perusahaan juga mengelola sekitar 27 persen blok migas yang beroperasi di Indonesia.

Untuk menopang produksi, PHE meningkatkan aktivitas pengembangan lapangan sekaligus memperkuat portofolio eksplorasi. Sepanjang periode 2022-2025, PHE memperoleh sembilan wilayah kerja eksplorasi baru, termasuk tiga blok yang didapat pada 2025, yakni Binaiya di Maluku, Lavender di Sulawesi Tenggara, dan Bobara di Papua.

Di sisi eksplorasi, PHE juga mencatat penemuan sumber daya kontingen (2C) sebesar 1.097,43 juta barel setara minyak (MMBOE). Kontribusi terbesar berasal dari temuan Migas Non Konvensional (MNK) di Wilayah Kerja Rokan sebesar 724,22 juta barel minyak (MMBO).

Transformasi teknologi turut menjadi fokus perusahaan untuk meningkatkan produktivitas lapangan. Beberapa inovasi yang telah diterapkan antara lain multistage fracturing pertama pada sumur horizontal Kotabatak, pengembangan North Duri Development Area 14 melalui steamflood injection, serta penerapan Chemical Enhanced Oil Recovery (CEOR) di Minas Area A.

Memasuki 2026, PHE menyiapkan sejumlah program strategis guna meningkatkan produksi sekaligus memperbesar cadangan migas nasional. Strategi tersebut meliputi revitalisasi aset eksisting, pengembangan lapangan baru (greenfield), implementasi Enhanced Oil Recovery (EOR), eksplorasi migas konvensional maupun nonkonvensional, optimalisasi fiskal, hingga pengembangan teknologi Carbon Capture and Storage/Carbon Capture, Utilization and Storage (CCS/CCUS).

Program tersebut diwujudkan melalui sejumlah proyek utama, di antaranya pengembangan Lapangan Akasia Prima, Padang Pancuran, OO OX ONWJ, Sisi Nubi AOI, South Senoro, Manpatu, dan Masela.

Selain itu, PHE juga menjalankan program rejuvenasi aset di Benuang, Lima ONWJ, ABAB, Tanjung Miring Barat, Lembak Kemang Tapus, dan Salawati, serta melanjutkan implementasi multistage fracturing di Rokan, eksplorasi laut dalam Natuna Timur, pengembangan proyek CCS, hingga optimalisasi kebijakan fiskal sektor hulu migas.

Hermansyah memastikan PHE akan terus menjalankan bisnis hulu migas dengan mengedepankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG). Perusahaan juga mempertahankan komitmen Zero Tolerance on Bribery melalui penerapan Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP) yang telah mengantongi sertifikasi ISO 37001:2016.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Rencana Insentif MBG Rp1 Triliun Tuai Kritik dari DPR

Kamis, 29 Oktober 2026 | 15:47

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

UPDATE

IPW Desak Transparansi Penegakan Hukum Kasus 1.048 Ton Udang Impor di Jatim

Minggu, 01 November 2026 | 01:50

Langkah Polisi Tangani Kasus Perusakan Warung Mi Babi Sukoharjo Diapresiasi Warga

Minggu, 01 November 2026 | 01:24

Polda Metro Siap Dikritik Buntut Penyelenggaraan Deklarasi Sumpah Pemuda 29 Oktober

Minggu, 01 November 2026 | 00:43

Ramai Logo Muncul di TIME100 Next Gala, Danantara Bantah Bayar Dana Sponsorship

Minggu, 01 November 2026 | 00:16

Pengurus Baru SAPMA PP DKI Jakarta Siap Berkolaborasi dengan Pemprov

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:47

Polisi Tangkap Pelaku Penembakan di Kampung Ambon, Ini Motifnya

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 23:17

Winda Marfita Pastikan Tak Terlibat Kasus Investasi PT MBS yang Dilaporkan Nur Istianti

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:57

Asrul Haruna Terpilih Sebagai Koorpresnas BEM PTMA Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:43

Rembuk Pemuda Himpun Aspirasi dari 29 Provinsi, Kukuhkan DPP Pertama

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 22:32

PPP Maluku Tolak Pemberhentian Agus Suparmanto-Taj Yasin

Sabtu, 31 Oktober 2026 | 21:44

Selengkapnya