Berita

Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDIP, Nila Yani Hardiyanti. (RMOL/Sarah Alifia Suryadi)

Bisnis

UMKM dan Pariwisata Diminta Terintegrasi, DPR: Jangan Berhenti di Pelatihan Saja

SELASA, 30 JUNI 2026 | 14:56 WIB | LAPORAN: SARAH ALIFIA SURYADI

Pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dinilai perlu berjalan seiring dengan pertumbuhan sektor pariwisata agar mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. 

Karena itu, pemerintah didorong tidak hanya fokus pada pelatihan, tetapi juga memperluas akses pasar bagi pelaku usaha.

Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PDIP, Nila Yani Hardiyanti, mengatakan sektor UMKM dan pariwisata memiliki keterkaitan yang saling mendukung. Menurutnya, berkembangnya destinasi wisata akan mendorong aktivitas ekonomi masyarakat, termasuk pelaku UMKM di daerah.


"Bagaimanapun sektor pariwisata selalu berdampingan dengan sektor UMKM. Ketika ada destinasi wisata yang berkembang, tentu akan membawa manfaat bagi teman-teman UMKM dan masyarakat lokal," kata Nila dalam keterangannya, dikutip Selasa, 30 Juni 2026.

Ia menegaskan pemerintah perlu memberikan perhatian yang seimbang terhadap kedua sektor agar dapat tumbuh secara bersamaan melalui sinergi dan kolaborasi.

"Keduanya harus benar-benar sama-sama diperhatikan oleh negara. Harus bisa bertumbuh beriringan, bukan hanya salah satu. Sinergi dan kolaborasi juga sangat diperlukan antara sektor pariwisata dan UMKM," ujarnya.

Selain itu, Nila menilai penguatan UMKM tidak cukup dilakukan melalui pelatihan dan pembinaan. Pemerintah juga perlu memfasilitasi pelaku usaha agar memiliki akses yang lebih luas terhadap pasar.

"Saya selalu memberikan saran kepada Kementerian Pariwisata bahwa ini tidak bisa hanya berhenti di pelatihan dan pembinaan saja," tegasnya.

Menurut Nila, kebutuhan utama saat ini adalah program business matching yang mampu mempertemukan pelaku UMKM dan sektor pariwisata dengan pasar sehingga produk lokal dapat dipasarkan secara berkelanjutan.

"Yang paling penting adalah bagaimana pemerintah membangun business matching atau memfasilitasi teman-teman dari UMKM maupun sektor pariwisata agar produknya terus dinikmati dan konsumennya terus hadir," pungkasnya.

Populer

Duit Rp100 Miliar Hasil OTT KPK Dikabarkan Milik Nusron Wahid

Selasa, 15 September 2026 | 13:16

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

KPK Belum Tutup Peluang Periksa Bos Rokok HS M Suryo

Sabtu, 12 September 2026 | 06:08

Pendatang Baru, Partai Gema Bangsa Siap Verifikasi Pemilu 2029

Minggu, 13 September 2026 | 17:39

KPK Dikabarkan Tetapkan Tangan Kanan Nusron Wahid Hingga Pihak Summarecon sebagai Tersangka

Selasa, 15 September 2026 | 09:40

Janggal, Purbaya Dipecat Setelah Mencopot Ratusan Pejabat Kemenkeu

Senin, 14 September 2026 | 21:57

Menkeu Baru Angkat Bicara Soal Perombakan Pejabat Bea Cukai dan Dirjen Pajak

Senin, 14 September 2026 | 17:28

UPDATE

Dina Sulaeman: Sikap Prabowo Beri Pesan Diplomatik Kuat untuk Palestina

Minggu, 20 September 2026 | 09:51

Ekonom Ungkap Skema Pendidikan Gratis PTN Tanpa Menguras APBN

Minggu, 20 September 2026 | 09:43

Prabowo Berencana Produksi Bensin dari Batu Bara

Minggu, 20 September 2026 | 08:56

Humanika: Jangan Jatuhkan Prabowo Sebelum Lima Tahun

Minggu, 20 September 2026 | 08:49

Sesuai Ambisi Prabowo, Kampus Negeri Jangan Cari Duit dari Mahasiswa Lagi

Minggu, 20 September 2026 | 08:22

Dubes Palestina Ungkap Momen Emosional Saat Peluk Prabowo di Gontor

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Ekonom: Prabowo Tinggal Lanjutkan Pendidikan Gratis dari SBY

Minggu, 20 September 2026 | 08:06

Keretakan Peradaban

Minggu, 20 September 2026 | 07:38

Wadanyon OPM Kodap 35 Bintang Timur Yahukimo Diringkus TNI

Minggu, 20 September 2026 | 06:46

DPD Tawarkan Solusi Netral Fiskal Demi Ekonomi Berlari Kencang

Minggu, 20 September 2026 | 06:19

Selengkapnya