Berita

Menlu Guinea-Bissau, Fatumata Jau dan Menlu Maroko, Nasser Bourita (Foto: Kerajaan Maroko)

Politik

Guinea-Bissau Tegaskan Dukungan Penuh atas Kedaulatan Maroko di Sahara

SELASA, 30 JUNI 2026 | 13:08 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Guinea-Bissau kembali menegaskan dukungannya yang tidak tergoyahkan terhadap integritas teritorial dan kedaulatan Maroko atas seluruh wilayahnya, termasuk kawasan Sahara. 

Sikap tersebut disampaikan Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Internasional, dan Komunitas Republik Guinea-Bissau, Fatumata Jau kepada Menteri Luar Negeri, Kerja Sama Afrika, dan Diaspora Maroko, Nasser Bourita di Rabat, Senin, 29 Juni 2026. 

Jau menegaskan bahwa posisi negaranya tetap konsisten mendukung Maroko dalam isu Sahara yang selama ini menjadi perhatian diplomatik internasional.


“Sikap teguh dan tak tergoyahkan Guinea-Bissau dalam mendukung integritas teritorial dan kedaulatan Maroko atas seluruh wilayahnya, termasuk wilayah Sahara,” ujar Jau.

Menurutnya, rencana otonomi yang diajukan Kerajaan Maroko merupakan opsi paling kredibel dan realistis untuk mencapai penyelesaian yang berkelanjutan.

“Rencana otonomi yang diajukan oleh Kerajaan sebagai satu-satunya solusi yang kredibel dan realistis untuk menyelesaikan perselisihan buatan ini," tegasnya.

Jau turut menyoroti pembukaan Konsulat Jenderal Guinea-Bissau di Dakhla pada Oktober 2020. Langkah diplomatik tersebut menjadi bukti kuat eratnya kemitraan antara kedua negara sekaligus mencerminkan dukungan terhadap momentum internasional yang digagas Raja Mohammed VI dalam memperkuat pengakuan atas kedaulatan Maroko di Sahara.

Dalam kesempatan yang sama, Menlu Guinea-Bissau itu menyambut baik adopsi Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 2797 yang menempatkan rencana otonomi di bawah kedaulatan Maroko sebagai dasar bagi terciptanya solusi yang adil, langgeng, dan dapat diterima oleh seluruh pihak dalam sengketa tersebut.

Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Haji Isam Temui Seskab Teddy, Bahas Investasi Pertambangan hingga Hilirisasi

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:17

Kolombia Ubah Sikap, Kini Akui Kedaulatan Maroko atas Sahara

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:02

KPK Periksa 2 ASN Pemkot Bengkulu dalam Pengembangan Kasus Suap Rejang Lebong

Senin, 10 Agustus 2026 | 14:01

Jelang Sidang Tahunan MPR, Pemerintah Matangkan Persiapan Pidato Kenegaraan Prabowo

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:56

Bitcoin Menguat Berkat Derasnya Aliran Dana ETF

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:49

Keamanan Data Pajak Jadi Prioritas Usai Kebakaran Bapenda

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:45

Destry Damayanti Resmi Jadi Calon Tunggal Gubernur BI

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:36

Kejagung Periksa 16 Saksi di Kasus BGN, 10 di Antaranya Direktur Perusahaan

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:32

Greenland Tolak Aktivitas Perusahaan AS di Tengah Ancaman Aneksasi Trump

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:27

Gibran Jadi Presiden Solusi atau Petaka?

Senin, 10 Agustus 2026 | 13:26

Selengkapnya