Berita

CEO Pundi dan INA Trading, Amiranto Adi Wibowo dalam Seminar dan Kurasi Peruri RFID Blockchain (Foto: Istimewa)

Bisnis

Produk UMKM Jabar Mulai Terapkan Pelacakan Jejak Karbon Digital

SELASA, 30 JUNI 2026 | 12:28 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Produk ekspor Indonesia menghadapi tuntutan baru di pasar global. Selain kualitas, pembeli kini semakin memperhatikan transparansi rantai pasok, jejak karbon, dan keaslian produk. 

Kondisi tersebut membuka peluang bagi pelaku usaha yang mampu memenuhi standar perdagangan internasional melalui pemanfaatan teknologi digital.

Peruri Smart Card bersama Pundi dan INA Trading memperkenalkan implementasi Digital Product Passport berbasis Peruri RFID Blockchain bagi produk-produk unggulan Jawa Barat. 


Inovasi ini diharapkan menjadi nilai tambah yang meningkatkan daya saing produk Indonesia sekaligus memperluas akses ke pasar ekspor, terutama Eropa. Salah satu implementasinya diterapkan pada produk rempah Java Spices asal Cijeruk, Bogor. 

Melalui platform ekspor INA Trading, seluruh proses produksi, mulai dari penanaman di lahan organik hingga pengemasan, dapat ditelusuri secara digital. 

Setiap kemasan juga dibekali stiker Peruri RFID Blockchain yang menyimpan informasi mengenai asal produk, jejak karbon, dan keaslian produk.

CEO Pundi dan INA Trading, Amiranto Adi Wibowo, mengatakan penerapan teknologi tersebut akan menjadi kebutuhan bagi pelaku ekspor seiring diberlakukannya regulasi baru di Eropa.

"Regulasi di Eropa untuk penerapan RFID dan Blockchain mulai diberlakukan pada 2030. Digital Product Passport akan menjadi persyaratan bagi setiap produk yang dikirim ke Eropa," ujar Amiranto dalam Seminar & Kurasi Peruri RFID Blockchain di Bandung, dikutip Selasa 30 Juni 2026.

Menurutnya, penerapan Digital Product Passport bukan sekadar memenuhi regulasi, tetapi juga meningkatkan kepercayaan pembeli internasional terhadap produk Indonesia melalui sistem verifikasi digital yang transparan.

Direktur Peruri Smart Card, Muchrizal, menjelaskan teknologi tersebut didukung perangkat Internet of Things (IoT) yang dipasang di lahan organik, armada distribusi, hingga fasilitas produksi untuk menghitung jejak karbon secara akurat.

"Seluruh perangkat IoT yang kami gunakan terhubung dengan platform INA Trading dan PERURI Digital Security untuk implementasi RFID dan Blockchain," katanya.

Dalam seminar dan kurasi tersebut juga tercapai sejumlah kerja sama bisnis antara Pundi dan INA Trading dengan Polaris serta Java Spices/Archipelago untuk menerapkan Peruri RFID Blockchain pada produk rempah dalam kemasan botol maupun produk furnitur dan kerajinan berbahan bambu, seperti kursi, meja, dan dekorasi rumah.

Kolaborasi tersebut tidak hanya mendukung penerapan Digital Product Passport, tetapi juga membuka akses pemasaran produk Jawa Barat ke Belanda, Serbia, serta sejumlah negara di kawasan Eropa Timur. 

Produk-produk itu direncanakan dikirim menggunakan kontainer ke Belanda untuk mendukung program End of Year Sales 2026 di Eropa melalui kolaborasi Peruri Smart Card, Peruri Digital Security, dan Pundi/INA Trading.

Selain kesiapan teknologi, pelaku usaha juga didorong memperkuat strategi komunikasi agar mampu bersaing di pasar internasional. Konsultan Marketing Communication, Ginung Pratidina, mengatakan setiap negara memiliki karakter konsumen yang berbeda sehingga pendekatan pemasaran perlu disesuaikan.

"Setiap negara di Eropa memiliki karakter strategi komunikasi yang berbeda. Karena itu, produk dari Jawa Barat harus mampu menyesuaikan, mulai dari desain warna kemasan hingga storytelling pada konten media sosial," jelasnya. 

Penerapan Digital Product Passport dinilai menjadi salah satu langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk Indonesia di pasar global. Melalui RFID yang tertanam pada setiap kemasan, konsumen dapat mengakses informasi lengkap mengenai asal bahan baku, identitas perajin, lokasi produksi, material yang digunakan, jejak karbon, sertifikasi, hingga status keaslian produk yang telah diverifikasi melalui teknologi blockchain.


Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Penjualan LCGC di Dealer Naik, Kiriman dari Pabrik Justru Turun

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:09

Putin-Prabowo Dijadwalkan Bertemu di Rusia pada 3 September

Minggu, 30 Agustus 2026 | 14:07

AHWA Pemilih Ketum PBNU Harus Bebas Konflik

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:40

Gegara Polis Dibatalkan, MSIG Life Hadapi Gugatan Rp20 Miliar

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:31

Kapolri Dorong Eks Anggota JI Jadi Mitra Polri Jaga Keutuhan NKRI

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:04

Gus Hans Minta AHWA Pilih Ketum PBNU Tanpa Intervensi

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:45

Indonesia Desak OKI Ambil Langkah Nyata Hadapi Kejahatan Israel

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:42

Sekolah Rakyat Jadi Cara Kemensos Jemput Bola Putus Mata Rantai Kemiskinan

Minggu, 30 Agustus 2026 | 12:17

Pasar Mobil Nasional Capai Setengah Juta Unit Pada Semester I 2026

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:46

Korut Rombak Jajaran Militer, Kim Song Gi Ditunjuk Jadi Menhan Baru

Minggu, 30 Agustus 2026 | 11:20

Selengkapnya