Berita

Presiden ke-7 Joko Widodo alias Jokowi saat safari politik ke Lampung (Foto: Istimewa)

Politik

Injak Kepala Kerbau, Jokowi Dinilai Kirim Sinyal Perlawanan ke PDIP

SELASA, 30 JUNI 2026 | 09:27 WIB | LAPORAN: JAMALUDIN AKMAL

Ritual menginjak kepala kerbau yang dilakukan Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi saat menerima gelar adat "Baginda Pemuka Bangsa" di Lampung memantik beragam tafsir di ruang publik.

Direktur Pusat Riset Politik, Hukum, dan Kebijakan Indonesia (PRPHKI), Saiful Anam mengatakan, secara kultural tokoh adat Lampung telah menegaskan bahwa prosesi tersebut merupakan bagian dari ritual sakral "Pangan Kibau" yang melambangkan membuang sifat buruk dan sebagai ungkapan rasa syukur, bukan gerakan politik.

Selain itu, PDIP melalui salah satu fungsionarisnya juga telah meluruskan bahwa lambang partai tersebut adalah banteng moncong putih yang merupakan satwa dilindungi, bukan kerbau ataupun sapi potong.


"Namun, dalam semiotika politik, publik terlanjur menangkapnya sebagai sinyalemen perlawanan yang sarat simbol," kata Saiful kepada RMOL, Selasa, 30 Juni 2026.

Saiful menilai, safari politik Jokowi ke Lampung bukan lagi dipandang sebagai kunjungan biasa, melainkan menghadirkan pesan politik yang kuat di tengah dinamika politik pasca-pemerintahan.

"Di era komunikasi visual hari ini, pesan tidak lagi hanya milik sang pembuat pesan, melainkan milik audiens yang menafsirkan. Bagi sebagian pengamat, visualisasi kaki yang menapak di atas kepala hewan bertanduk itu secara semiotis ditangkap sebagai penegasan kuasa dan nyali politik yang tak lagi mengenal kompromi," terang Saiful.

Saiful mengatakan, tafsir yang berkembang kemudian mengaitkan simbol kepala kerbau dengan logo PDIP dengan banteng moncong putih. Di mana, PDIP merupakan partai yang membesarkan nama Jokowi, namun kini berada di seberang jalan politiknya.

"Publik membaca tindakan simbolis itu sebagai sebuah deklarasi terbuka, sebuah pesan bahwa sang 'anak desa' kini telah bertransformasi menjadi kekuatan mandiri yang tidak lagi gentar terhadap trah atau kekuatan politik mana pun, termasuk parpol berlambang banteng moncong putih. Di tengah safari politiknya yang kini menggunakan atribut Partai Solidaritas Indonesia (PSI), langkah ini seolah menjadi genderang perang terbuka untuk menjungkirbalikkan dominasi lama di daerah-daerah basis massa," pungkas Saiful.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

UPDATE

Perpres Pelindungan Ojol Jangan Berhenti di Atas Kertas

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:29

Awasi Ketat Penggunaan Anggaran Operasi Modifikasi Cuaca

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:16

Sakelar Cahaya di Dalam Otak

Minggu, 11 Oktober 2026 | 06:04

Kartu Nikah Digital Bisa Diakses melalui Simkah, Ini Caranya!

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:44

Nusron Wahid Bikin KPK Tidak Berkutik

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:24

Dulu di Depok Banyak Maling dan Begal, Sekarang Aman

Minggu, 11 Oktober 2026 | 05:08

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Puluhan Korban Investasi Emas Polisikan Direksi PT DGJ

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:33

Tragedi Affan dan Bambang Jangan Terulang

Minggu, 11 Oktober 2026 | 03:14

Selengkapnya