Berita

Ilustrasi (RMOL/Reni Erina)

Bisnis

Wall Street Berpesta! Dow Cetak Rekor

SELASA, 30 JUNI 2026 | 07:53 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Wall Street mengawali pekan dengan penguatan di tengah optimisme investor terhadap meredanya ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Sentimen tersebut mendorong aksi beli di berbagai sektor dan membawa sejumlah indeks utama mencetak kenaikan signifikan.

Pada penutupan perdagangan Senin, 29 Juni 2026, waktu setempat, indeks Dow Jones Industrial Average naik 306,63 poin atau 0,59 persen dan dikunci di level 52.182,74, sekaligus menjadi rekor penutupan tertinggi sepanjang masa. Sementara S&P 500 menguat 1,18 persen ke 7.440,43, sedangkan Nasdaq Composite melonjak 2,07 persen dan berakhir di 25.820,14.

Penguatan pasar didorong oleh kenaikan sejumlah saham berkapitalisasi besar. Saham Comcast naik sekitar 4,4 persen setelah perusahaan mengumumkan rencana memisahkan bisnis media dan teknologinya menjadi dua perusahaan publik dalam waktu sekitar satu tahun. Di sisi lain, Alphabet juga menjadi salah satu saham yang mencatatkan kenaikan kuat.


Saham-saham sektor semikonduktor turut memimpin reli. ETF VanEck Semiconductor (SMH) melonjak lebih dari 3 persen setelah sempat melemah di awal perdagangan. Beberapa saham seperti Astera Labs, KLA, dan Applied Materials masing-masing melonjak sekitar 16 persen, 12 persen, dan hampir 11 persen.

Pergerakan positif tersebut terjadi menjelang pekan perdagangan yang lebih singkat karena pasar saham AS akan ditutup pada Jumat untuk libur Hari Kemerdekaan Amerika Serikat.

Sentimen positif juga datang dari perkembangan geopolitik. AS dan Iran pada Minggu dilaporkan sepakat menghentikan permusuhan serta mengizinkan kapal-kapal dagang kembali melintasi Selat Hormuz dengan aman.

Kesepakatan tersebut muncul setelah akhir pekan diwarnai aksi militer. AS melancarkan serangan terhadap sejumlah target militer Iran sebagai balasan atas serangan Iran di Selat Hormuz. Presiden Donald Trump juga sempat memperingatkan Iran melalui unggahan di Truth Social setelah menuding Teheran melanggar kesepakatan gencatan senjata.

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

KPK Kembali Bongkar Peran Dirjen Bea Cukai dalam Skandal Suap Blueray Cargo

Kamis, 27 Agustus 2026 | 01:46

UPDATE

Kemenkum Tegas Pertahankan Pembatalan Status Badan Hukum PLK

Selasa, 01 September 2026 | 16:28

Rebranding Dukcapil di Tarakan Tembus 1.387 Layanan Adminduk

Selasa, 01 September 2026 | 16:22

WNI Jadi Tentara Rusia Gegara Diiming-imingi Gaji Besar

Selasa, 01 September 2026 | 16:11

Pengamat Wanti-wanti BLU Batu Bara: Efisien Boleh, Pembangkit Jangan Terganggu

Selasa, 01 September 2026 | 15:53

UBakrie's Week 2026 Persiapkan 1.147 Mahasiswa Baru untuk Dunia Kampus dan Industri

Selasa, 01 September 2026 | 15:41

Bukan Cuma Cari Juara, Kemenag Bidik Kader Ulama dari MTQN XXXI

Selasa, 01 September 2026 | 15:39

DPR: Usut Tuntas Kematian Warga Pejompongan Korban Kerusuhan Demo

Selasa, 01 September 2026 | 15:34

Destry Resmi Pimpin BI, Perry Titip Pesan di Tengah Gejolak Global

Selasa, 01 September 2026 | 15:30

BNI Tawarkan Sukuk Ritel SR025 Lewat wondr, Imbal Hasil hingga 6,9 Persen

Selasa, 01 September 2026 | 15:25

Bawa Program "Klasterku Hidupku", BRI Ajak Pengusaha Ikan Kering Sorong Naik Kelas

Selasa, 01 September 2026 | 15:24

Selengkapnya